ENTERTAIN

Film “Dul Muluk dan Dul Malik” Tampilkan Artis Legendaris Indonesia

650
×

Film “Dul Muluk dan Dul Malik” Tampilkan Artis Legendaris Indonesia

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com – Industri film nasional kembali meramaikan layar lebar dengan kehadiran film terbaru bertajuk “Dul Muluk dan Dul Malik”. Film ini dibintangi oleh deretan artis senior Indonesia, termasuk Anwar Fuady, Roy Marten, Dwi Yan, dan Meriam Bellina. “Dul Muluk dan Dul Malik” dijadwalkan tayang pada 12 September 2024.

Film yang mengangkat kisah kejenakaan Dul Muluk, tokoh cerita rakyat dari Sumatera Selatan, ini merupakan gagasan dari Anwar Fuady. Sebagai putera asli Sumatera Selatan, Fuady merasa bahwa banyak cerita rakyat dari daerah lain belum banyak diangkat ke layar lebar. “Dul Muluk dan Dul Malik” berusaha untuk memperkenalkan cerita rakyat Sumatera Selatan kepada penonton Indonesia.

Sebelum tayang perdana, para pemain dan produser film ini menggelar jumpa pers di Liu Kitchen, Kelapa Gading, Jakarta, pada Minggu (1/8/2024). Selain Anwar Fuady, hadir juga Roy Marten, Dwi Yan, Meriam Bellina, dan produser Yacob Candra. Dalam acara tersebut, para pemain mengungkapkan berbagai pengalaman mereka selama proses syuting.

Anwar Fuady mengungkapkan bahwa film ini menjadi momen penting untuk mengenalkan budaya Sumatera Selatan melalui bahasa Sumsel. Menariknya, seluruh dialog dalam film ini menggunakan bahasa Sumsel, yang membuat Roy Marten dan Meriam Bellina harus belajar dialek tersebut. Roy Marten bahkan menyebutkan bahwa film ini adalah salah satu yang paling menantangnya, mengingat dia harus beradaptasi dengan dialek Sumsel yang sangat berbeda dari bahasa Jawa yang biasanya dia gunakan.

Meriam Bellina menambahkan bahwa kesulitan beradaptasi dengan dialek Sumsel menjadi tantangan tersendiri, namun hal itu menjadi motivasi untuk terlibat dalam proyek ini. Dwi Yan, yang sudah familiar dengan dialek Sumsel karena lama tinggal di Palembang, merasa tidak menghadapi kendala berarti dalam memerankan tokoh di film ini.

Yacob Candra, sebagai eksekutif produser, menjelaskan bahwa “Dul Muluk dan Dul Malik” adalah film kedua yang didukungnya, dan dia berharap film ini bisa memotivasi produser daerah lainnya untuk mengangkat cerita rakyat lokal ke layar lebar. Selain itu, Yacob juga telah menandatangani MoU dengan Anwar Fuady untuk melanjutkan proyek film berikutnya yang bertema cerita rakyat Sumatera Selatan, termasuk film kedua berjudul “Ado Kerjo” dan satu proyek film ketiga yang masih dirahasiakan.

Tak hanya itu, Yacob juga berencana memproduksi film bertema perjuangan yang menampilkan Jenderal Soedirman sebagai tokoh sentral. Film ini diharapkan dapat segera diproduksi dengan dukungan keluarga Jenderal Soedirman.

Dengan kehadiran film “Dul Muluk dan Dul Malik”, diharapkan penonton akan semakin mengenal dan menghargai kekayaan budaya dan cerita rakyat Indonesia.

Ncank