Jakarta, swarabhayangkara.com – Kabar baru dan seru. Akhirnya aktor Derry Drajat menggarap Film Perdananya bertajuk, “Kita Butuh Bahagia Walau Sesaaat (KBBWS)”.
Yah, tidak lama lagi, industri film Nasional Indonesia bakal diramaikan lagi dengan film bergenre komedi-horor. Film yang diproduksi oleh Golden Piranha Vision ini bakal memulai syuting di akhir September ini.
“Judulnya Kita Butuh Bahagia Walau Sesaaat”, ujar Derry Drajat sang Sutradara.” Ini film horor yang lain daripada yang lain. Pokoknya beda deh,” tandas Derry.
Ditilik lebih jauh, film yang menceritakan tentang persahabatan 4 anak manusia yang menjadi korban sumpah serapah Nyai Ratu, sang ratu teluh. Mereka ini selalu mengalami nasib yang kurang beruntung dan selalu dirundung kesusahan. Bahkan jauh dari kata bahagia.
Menurut Derry, alur cerita film ini menarik karena untuk mencapai kebahagiaan tersebut, 4 sahabat ini melakukan berbagai macam upaya, hingga secara tidak sengaja masuk ke dunia lain yang memang digunakan untuk balas dendam Nyal Ratu kepada keturunan para manusia yang berbuat keji kepadanya.
“Justru di dunia lain itu 4 sahabat ini merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya,” jelasnya Derry.
Sebagai catatan, film KBBWS diproduseri oleh Luri G Wara, co-director Ungke S. Kaumbur, Line Producer Irwan Setiwawan, Director of Photography Gunung N. Pelita, Art Director Limin dan Casting Director Choky; dengan executive producer Dripa.
Derry berharap, film yang dibintangi oleh Saskia Chadwick, Fajar Sadboy, Mang Osa, Daffa Ariq, Amanda Riqby, dan Jeff Smith ini, bisa mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat Indonesia seperti film yang lain.
” Pokoknya benar-benar beda deh,” jelasnya.

Saskia Chadwick, pemeran utama film ini menegaskan, bahwa meski ini film horor, penggarapannya akan sangat berbeda dengan film sejenis karena sosok hantu dalam film ini sangat lain.” Yang lebih unik, Pak Derry tetap mempersilahkan kita menjadi diri sendiri,” urai Saskia.
Cerita KBBWS berawal dari persahabatan Mira, Abul, Maman dan Acuy. Mereka tidak mengira bahwa persahabatan mereka sudah diawali dari leluhur mereka bertahun tahun lalu yang pernah membakar dan mengubur hidup hidup seorang tukang Santet, Nyai Ratu teluh ke dalam sumur. Sebelum dikubur, Nyai Ratu sempat mengeluarkan sumpah serapah. Kini, sumpah serapah Nyai Ratu dirasakan oleh masing-masing dari mereka.
Dalam hidupnya, Mira, Abul, Maman dan Acuy selalu diliputi penderitaan dan kesusahan. Mereka tidak mengenal, apa Itu bahagia. Hutang pinjol, motor ditarik leasing, calon istri selingkuh di depan mata, diusir dari kontrakan, termasuk perjodohan dengan kakek tua bangka pemilik 500 pintu kontrakan.
Uang dianggap bisa mengatasi semua masalah. Berbagai cara dilakukan, termasuk memeras seorang koruptor kelas Kakap. Tanpa mereka sadari, sebenarnya Mira, Abul, Maman dan Acuy diikuti dan digiring oleh mahluk gaib ke alam lain. Di alam gaib ini mereka seolah menemukan bentuk / rasa kebahagiaan. Tidak ada kesusahan seperti dirasakan sebelumnya. Padahal sebenarnya, mereka sudah digiring untuk dijadikan korban acara ritual pada makhluk gaib.
Akankah mereka akan betul betul menjadi santapan ataukah mereka akan berhasil keluar dari alam ghaib? Tunggu ya…!
Ncank







