ENTERTAIN

Jakarta Film Week, Hadirkan Kolaborasi Internasional dan Genre Variatif

222
×

Jakarta Film Week, Hadirkan Kolaborasi Internasional dan Genre Variatif

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com – Adhya Pictures resmi mengumumkan deretan film unggulan yang akan dirilis pada 2024 hingga 2025 dalam acara Producers Network di Jakarta Film Week 2024. Bertempat di Mercure Sabang, Jakarta, pengumuman ini menjadi sorotan utama karena menampilkan berbagai proyek yang mengusung kolaborasi internasional dan genre variatif, seperti drama olahraga, komedi romantis, hingga horor fantasi.

1. Forza
Disutradarai oleh Marco Balsamo, Forza adalah drama olahraga yang mengisahkan Bima, seorang bocah Bali yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Film ini melibatkan kolaborasi antara Adhya Pictures dan RIVA Studios dari Amerika Serikat, serta dukungan dari klub sepak bola AC Milan. Dibintangi Atiqah Hasiholan, Yoriko Angeline, dan Oka Antara, Forza diharapkan tayang pada 2025.

2. Sampai Jumpa, Selamat Tinggal
Film drama emosional karya Adriyanto Dewo ini baru saja menjadi film pembuka di Jakarta Film Week 2024. Dibintangi Putri Marino, Jerome Kurnia, dan Jourdy Pranata, film ini bercerita tentang perjalanan cinta dan kehilangan di Korea Selatan, menawarkan pesan mendalam tentang harapan manusia dalam menghadapi cobaan.

3. Yakin Nikah
Adaptasi dari serial YouTube yang telah ditonton lebih dari 14,9 juta kali, Yakin Nikah adalah komedi romantis yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara. Kisahnya berpusat pada dilema Niken, yang dihadapkan pada tekanan untuk segera menikah. Film ini dibintangi Enzy Storia, Maxime Bouttier, dan Ersa Mayori, dan dijadwalkan tayang pada 2024.

4. Mungkin Kita Perlu Waktu
Disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja, film ini mengisahkan Ombak yang berjuang pulih dari trauma setelah kehilangan saudara perempuannya. Lukman Sardi yang juga menjadi produser, mengungkapkan harapannya bahwa film ini akan menyajikan tema-tema yang segar dan inspiratif.

5. Lala Permaisuri Lucifer
Ruben Adrian menghadirkan film horor fantasi yang menggambarkan pergolakan batin Lala, seorang wanita yang memperoleh kekuatan dari Lucifer. Lala Permaisuri Lucifer menggabungkan tema keimanan dengan elemen horor, menawarkan pengalaman sinematik yang unik bagi penonton Indonesia.

6. The Hole
Sutradara Hanung Bramantyo menghadirkan The Hole, sebuah film thriller yang berkisah tentang penyelidikan misteri pembunuhan di Lubang Buaya. Soegeng, sang penyelidik, berpacu dengan waktu untuk menghentikan pembunuh dan mencegah kekacauan lebih lanjut.

7. The Storyteller
Film yang disutradarai oleh Lukman Sardi ini mengisahkan perjuangan Nicho dalam menghadapi norma sosial dan identitas pribadinya. Kehadiran Keke, seorang anak tuli-bisu, menjadi simbol perjuangan manusia dalam menemukan harapan dan penerimaan diri.

Dengan berbagai proyek menarik ini, Adhya Pictures siap memikat penonton domestik dan global. Mereka terus berkomitmen untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi, menjadikan sinema Indonesia semakin dikenal di panggung internasional.

Ncank Mail