“Program ketahanan pangan di SPN Polda Metro Jaya ini mencakup pemanfaatan lahan seluas total 30,15 hektare yang terbagi menjadi lima blok A-E, ” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Djati menjelaskan, dari total luas tersebut, lahan siap panen berada di Blok D dan Blok E dengan luas sekitar 19,37 hektare.
“Tanaman prioritas yang ditanam meliputi jagung, singkong, cabai dan tanaman pangan lainnya,” katanya.
Djati juga menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nyata Polri dalam mendukung stabilitas pangan. “Polda Metro Jaya siap mendukung program ketahanan pangan nasional,” katanya.
Melalui pemanfaatan lahan produktif ini, Polda Metro berharap dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan nasional, sesuai dengan komitmen kami untuk mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
Melalui program pemanfaatan lahan ini pula, Polri menunjukkan kepedulian terhadap stabilitas pangan di masyarakat yang sejalan dengan visi besar pemerintah untuk swasembada pangan.
“Program ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi ketahanan pangan nasional serta menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif di institusi lainnya,” katanya.
Djati juga berharap program pemanfaatan lahan ini bisa menjadi model pemanfaatan lahan di lingkup instansi pemerintah lainnya dan membantu memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. (ant)







