Jakarta, swarabhayangkara.com – Permasalahan terkait dana donasi antara Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi dan Agus Salim belum menemukan titik terang. Konflik ini bermula dari dugaan bahwa dana donasi yang dikumpulkan untuk pengobatan Agus Salim, korban penyiraman air keras, digunakan tidak sesuai tujuan awal.
Kuasa hukum Pratiwi Noviyanthi, Brian Praneda, menyampaikan bahwa pihaknya telah menawarkan solusi untuk menyelesaikan konflik ini. “Tujuan awal donasi adalah untuk membantu pengobatan Agus Salim, namun penggunaan dana tersebut tidak fokus,” kata Brian saat ditemui di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2024).
Brian menambahkan bahwa pihaknya memikirkan perasaan para donatur yang kecewa akibat dugaan penyalahgunaan dana tersebut. Untuk mengembalikan kepercayaan, Pratiwi Noviyanthi menawarkan agar dana donasi tetap digunakan untuk pengobatan Agus Salim, tetapi di bawah pengawasan yayasan atau pihak ketiga yang independen.
“Kami menawarkan solusi jalan tengah, yaitu dana donasi dikelola oleh pihak ketiga yang disepakati. Rekening baru akan dibuat, dan dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk pengobatan Agus Salim. Jika ada sisa, dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan hidupnya,” ujar Brian.
Sebelumnya, sisa dana donasi yang sempat digunakan oleh Agus Salim telah dikembalikan ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi. Tawaran mediasi ini diharapkan dapat menjadi jalan keluar terbaik di tengah polemik yang menimbulkan kekecewaan publik.
Konflik ini menjadi pelajaran penting tentang transparansi dalam pengelolaan dana donasi, khususnya bagi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi sosial.
Ncank Mail







