Jakarta, swarabhayangkara.com – Aktor senior Anwar Fuadi menggelar acara syukuran atas penghargaan Lifetime Achievement Award dari Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) 2024. Acara ini berlangsung di Restoran Padang Natrabu, Jalan Sabang, Jakarta Pusat, dengan suasana hangat penuh gelak tawa, khas karakter Anwar Fuadi yang dikenal humoris.
“Penghargaan ini sangat luar biasa, tak ternilai harganya. Ini akan menjadi hiasan sepanjang hidup saya hingga akhir hayat nanti. Saya akan membanggakannya kepada anak cucu,” ujar Anwar, mengenang perjalanan 45 tahun dedikasinya di dunia perfilman.
Acara syukuran ini dihadiri oleh Presiden FFWI Wina Armada beserta pata jurnalis lainnya. Dalam sambutannya, Anwar Fuadi menekankan bahwa penghargaan ini terasa istimewa karena diberikan oleh wartawan perfilman, yang ia nilai memiliki perspektif unik dan mendalam terhadap dunia film.

Perjalanan 45 Tahun yang Penuh Perjuangan
Anwar Fuadi mengenang bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. “Ini adalah hasil dari darah dan air mata selama 45 tahun berkarya. Doa dan harapan tak pernah terputus,” katanya. Aktor kawakan ini mengaku bangga pernah bekerja sama dengan tokoh besar perfilman Indonesia, seperti Teguh Karya, Faruk Afero, Soekarno M Noer, Roy Marten, Meriam Bellina, dan banyak lainnya.
Selain itu, Anwar Fuadi juga memuji generasi muda, khususnya aktor-aktor dari generasi Z, yang ia sebut sebagai generasi gadget. Ia berharap generasi muda dan aktor senior dapat saling bekerja sama untuk menghasilkan karya terbaik. “Kerukunan dan kolaborasi antara generasi tua dan muda sangat penting untuk masa depan perfilman Indonesia,” pesannya.
Malam Syukuran yang Meriah
Suasana acara syukuran semakin semarak dengan hidangan khas masakan Padang yang dinikmati bersama. Gelak tawa mewarnai malam itu, ditambah dengan canda dari Anwar Fuadi yang seolah melakukan stand-up comedy. Kehadiran jurnalis perfilman seperti Yan Widjaya. M. Satria, Didang P. dan Beni Bengke serta Uni Ivo salah anak pemilik restaurat minang Natrabu yang berdiri sejak tahun 1958, menambah keakraban dalam acara ini.
Penghargaan yang diterima Anwar Fuadi sebelumnya diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Ia merasa anugerah ini menjadi pengakuan terbesar atas dedikasinya di dunia seni peran.
“Saya berharap generasi muda bisa menghormati senior, dan sebaliknya, yang tua juga mendukung anak muda. Dengan begitu, perfilman Indonesia akan terus maju,” tutupnya.
Ncank Mail







