Jakarta, swarabhayangkara.com – Kementerian Agama (Kemenag) mulai membuka proses seleksi penyediaan transportasi udara untuk jemaah haji tahun 1446 H/2025 M. Pendaftaran dimulai hari ini di kantor Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), dengan mengundang delapan maskapai penerbangan nasional Indonesia dan Arab Saudi.
Sebanyak enam maskapai hadir dan mengambil dokumen seleksi, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Pelita Air, Saudia Airlines, dan Flynas.
Proses Transparan dan Kompetitif
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhammad Zain, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel, mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1197 Tahun 2024.
“Penyediaan transportasi udara dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan mengundang semua maskapai untuk berkompetisi sehat,” ujar Muhammad Zain. Ia juga menekankan bahwa pelayanan tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya.
Kuota dan Fokus Pelayanan Jemaah Lansia
Indonesia menerima kuota haji sebanyak 221.000 orang, yang terdiri atas 92% kuota haji reguler dan 8% kuota haji khusus. Muhammad Zain menambahkan, banyak jemaah Indonesia yang berusia lanjut, sehingga diperlukan pelayanan khusus dan prioritas selama penerbangan.
“Efisiensi biaya penerbangan yang merupakan komponen terbesar biaya haji harus disertai peningkatan layanan,” jelasnya.
Persyaratan untuk Maskapai
Dalam pertemuan dengan maskapai, Ditjen PHU memaparkan persyaratan administrasi, teknis pra-operasional, dan pasca-operasional yang harus dipenuhi oleh calon penyedia transportasi.
Capt Affandi dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan menjelaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan haji. “Pesawat yang disewa harus siap beroperasi selama dua bulan penuh dengan slot time penerbangan yang terjamin,” katanya.
Komitmen untuk Keberhasilan Haji
Tenaga Ahli Menteri Agama, Bunyamin, mengingatkan bahwa keberhasilan haji merupakan indikator utama keberhasilan Kementerian Agama. Ia meminta maskapai untuk melakukan mitigasi terhadap tantangan krusial dalam transportasi udara.
“Lakukan yang terbaik untuk jemaah haji. Pastikan setiap proses berjalan dengan maksimal,” tandasnya.
Dengan seleksi yang transparan dan kompetitif, Kemenag berharap dapat memberikan pengalaman ibadah haji yang nyaman, aman, dan berkesan bagi seluruh jemaah di tahun 2025.
Ncank Mail







