Jakarta, swarabhayangkara.com – Film horor psychological terbaru, Utusan Iblis, menggelar gala premiere pada 20 Desember 2024 di XXI Epicentrum, Kuningan. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Diana Limbong (Produser), Dyan Sunu Prastowo (Sutradara), Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD RI), hingga perwakilan dari Palestina dan Rusia.
Utusan Iblis, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 2 Januari 2025, mengangkat kisah yang terinspirasi dari kasus viral. Cerita ini bermula dari diskusi antara Diana Limbong dan Dyan Sunu Prastowo yang kemudian dikembangkan oleh penulis skenario Gerald Mamahit. Kisahnya berpusat pada seorang ibu muda yang menghabisi nyawa keluarganya setelah mengaku mendengar “bisikan gaib.” Film ini mencoba menjawab pertanyaan, apakah peristiwa tersebut disebabkan gangguan kejiwaan atau ada kekuatan lain yang terlibat.
Film ini mengikuti perjalanan Olivia (Shareefa Daanish), seorang psikiater ternama, yang membantu seorang polisi bernama Rendy (Dimas Aditya) dalam menyelidiki kasus pembunuhan sadis. Kasus ini melibatkan Cantika (Cindy Nirmala), seorang ibu yang membunuh anak dan suaminya dengan alasan misterius.
Penyelidikan Rendy awalnya berfokus pada dugaan gangguan jiwa yang dialami Cantika. Namun, berbagai kejadian aneh mulai terjadi selama penyelidikan, termasuk dampak psikologis yang menyerang Olivia. Ketika menyelami lebih dalam, Olivia mulai menemukan bahwa kasus ini memiliki keterkaitan dengan masa lalunya yang penuh trauma.

Interaksi Olivia dengan Cantika pun semakin mencekam, hingga Olivia merasa berhadapan bukan hanya dengan Cantika, tetapi juga “sesuatu” yang lebih gelap di dalam dirinya.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris berbakat seperti Shareefa Daanish, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Della Dartyan, Rizky Hanggono, dan lainnya. Disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo dan diproduksi oleh DLK Pictures, Utusan Iblis menawarkan pengalaman horor yang mendalam dengan cerita penuh misteri.
Ini bukan film psychological horor pertama di negeri ini. Setidaknya ada Sleep Call, Modus Anomali, Belenggu, Katarsis dan Belahan Jiwa. Nampaknya belum ada film genre ini yang mampu mendatangkan penonton berduyun duyun. Sleep Call saja cuma bisa mendatangkan sekitar 335 ribuan penonton.
Sebagai karya kreatif harus dihargai kerja keras para cast dan tim produksi. Keberanian menawarkan gagasan dengan menyajikan Film horor psychological yang agak sulit disukai penonton patut di apresiasi. Setidaknya makin mewarnai ragam sinema anak negeri.
Tapi aAlda beberapa catatan kecil yang mungkin patut dicermati semisal judul film “Utusan Iblis” yang justru keluar dari makna film psycological horor. Aneh, kan? Psychological kok judulnya Utusan Iblis? Apakah ini tanda kegamangan film ini dalam mendatangkan penonton Indonesia ke bioskop?
Oh, ya. Orang sudah meregang nyawa kok bisa hidup lagi ya? Kerasukan Iblis lagi?
Itu aja deh. Yang lainnya, ya liat aja sendiri!
Ncank Mail







