Tambolaka, Sumba Barat Daya 11/11 — Ratusan siswa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan gratis pada kegiatan sekolah, Senin (11/11/2025).
Peristiwa ini menimpa siswa dari dua sekolah, yaitu SMA Mandaelu Waitabula dan SMA Santo Alfonsus Waitabula. Para siswa mengalami gejala serupa seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut hebat, beberapa jam setelah menyantap makanan yang disediakan.
Sejumlah siswa kini masih dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Karitas Waitabula, Rumah Sakit Pratama Redambolo, dan Puskesmas Watukawula. Sementara itu, satu siswa dalam kondisi berat dirujuk ke Rumah Sakit Lende Moripa di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kami sangat khawatir. Anak saya muntah terus sejak siang, jadi kami langsung bawa ke rumah sakit,” ujar salah satu orang tua siswa saat ditemui wartawan di RS Karitas Waitabula.
Hingga saat ini, pihak sekolah maupun pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Awak media juga masih berupaya meminta konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya mengenai hasil pemeriksaan awal dan dugaan penyebab keracunan.
Dari pantauan di lapangan, suasana ruang gawat darurat di beberapa rumah sakit tampak dipenuhi siswa berseragam sekolah yang terbaring lemah. Petugas medis terus memberikan perawatan intensif, sementara pihak keluarga tampak cemas menunggu kabar kondisi anak-anak mereka.
Beberapa orang tua siswa mengaku trauma dan meminta agar program Makan Bergizi Gratis dievaluasi atau diganti dengan bantuan biaya pendidikan, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kami tidak menolak bantuan, tapi kalau program makan gratis malah membuat anak-anak sakit, lebih baik diganti dengan bantuan pendidikan saja. Kami takut hal seperti ini terulang,” ujar salah satu orang tua siswa. (Robert)







