Tambolak NTT, 17/11 – Pelabuhan Waikelo di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kian menunjukkan perannya sebagai salah satu pintu utama distribusi kebutuhan masyarakat dan pengiriman komoditi lokal ke luar daerah. Berdasarkan pantauan wartawan Swara Bayangkara (MSB), pelabuhan ini menjadi jalur vital bagi arus barang masuk maupun keluar yang mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan ikan asin terus berdatangan dari luar NTT, khususnya dari Kota Bima melalui Pelabuhan Sape. Sementara untuk kebutuhan industri, sejumlah material seperti semen, besi, dan perlengkapan bangunan dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Waikelo untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di wilayah SBD.
Selain menjadi gerbang masuk, Pelabuhan Waikelo juga berfungsi sebagai jalur keluar sejumlah komoditi unggulan dari Pulau Sumba yang dipasarkan ke daerah lain, sehingga memperkuat perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Danpos KP3 Laut Waikelo, Aipda Ikhsan Jaya Abu Bakar, saat ditemui tim MSB di sela-sela pengawasannya ketika kapal tengah membongkar muatan, menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan aktivitas pelabuhan.
“Kami selalu memastikan setiap kapal yang datang, baik siang maupun malam, diawasi dengan ketat. Ini bentuk dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pelabuhan Waikelo,” ujarnya.
Dengan tingginya mobilitas bongkar muat serta peran sentral pelabuhan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, Pelabuhan Waikelo dipastikan akan terus menjadi salah satu simpul ekonomi penting di wilayah Tambolaka dan Sumba Barat Daya. (Robert)







