Wamena, 16/11 – Satuan Tugas (Satgas) Yonif 511/DY mendorong pendekatan kemanusiaan selama tiga bulan bertugas di pedalaman Papua, guna meningkatkan komunikasi sosial dengan warga setempat.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Letkol Inf Amar Supratman dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan selama tiga bulan bertugas di wilayah pedalaman Papua tepatnya Kabupaten Lanny Jaya berhasil membawa perubahan besar melalui pendekatan kemanusiaan dan soft power atau kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain melalui daya tarik dan persuasi, bukan paksaan militer atau ekonomi.
“Berbeda dengan operasi militer konvensional, kami memilih strategi pendekatan kemanusiaan dan pembinaan sosial dibandingkan penggunaan kekuatan bersenjata. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan situasi aman dan kondusif, sekaligus mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan operasi di wilayah penugasan tidak hanya diukur dari hasil pengamanan, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kami tidak datang untuk melakukan serangan bersenjata, tetapi hadir dengan hati untuk membantu dan membangun bersama rakyat. Pendekatan inilah yang membuat masyarakat menerima TNI dengan terbuka,” ujarnya.
Dia menjelaskan kegiatan serbuan teritorial meliputi anjangsana, komunikasi sosial (komsos), dan karya bakti di berbagai kampung. Melalui kegiatan ini, pihaknya aktif membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Selain kegiatan teritorial, Satgas Yonif 511/DY juga melaksanakan sejumlah program unggulan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat di antaranya listrik pedesaan, pembinaan pemuda dan Karang Taruna, pipanisasi air bersih dan makan bergizi dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kampung Koka, Distrik Malagaineri, saat ini telah mencapai progres 80 persen dan ditargetkan segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Pemasangan 100 unit panel surya di Kampung Tima dan Popome, Distrik Balingga, telah terealisasi untuk menerangi rumah-rumah warga yang belum terjangkau aliran listrik,” katanya.
Dia menambahkan program PLTMH ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga merasa sangat terbantu dengan adanya penerangan di malam hari yang selama ini belum pernah mereka nikmati. Bahkan, sejumlah kampung lain yang tidak memiliki Pos TNI juga mengajukan permintaan agar mendapat dukungan serupa berupa pemasangan listrik gratis dari Satgas.
“Kami juga selain membantu PLTMH juga membangun tiga lapangan voli di Kampung Malagaineri, Pirime, dan Popome sebagai sarana olahraga, pembinaan karakter, serta wadah mempererat persaudaraan antar pemuda. Dan pipanisasi air bersih dalam waktu dekat bersama masyarakat akan melaksanakan pembangunan jaringan pipanisasi air bersih di Distrik Malagaineri untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Dia menyatakan pendekatan humanis dan program nyata yang dilakukan Satgas Yonif 511/DY selama bertugas di Lanny Jaya telah membawa hasil positif. Situasi keamanan semakin kondusif, masyarakat semakin terbuka dan semangat gotong royong tumbuh di berbagai kampung.
“Selama Satgas bertugas, kami berharap semangat kebersamaan dan kemajuan yang telah dirintis bersama ini terus tumbuh dan menjadi fondasi bagi pembangunan Papua yang damai dan sejahtera,” katanya.
(alex)







