HUKRIM

Pembunuhan Sadis Terjadi di Sumba Barat Daya, Berawal dari Kasus Pencurian Kerbau

383
×

Pembunuhan Sadis Terjadi di Sumba Barat Daya, Berawal dari Kasus Pencurian Kerbau

Sebarkan artikel ini

 

Tambolaka, NTT, 18 November 2025 – Peristiwa pembunuhan kembali mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Harianto Rante Salo, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Kompol Jefri L.D. Fanggidae, S.H., membeberkan kronologi lengkap kejadian tragis yang menewaskan seorang warga berinisial A.

Menurut penjelasan Wakapolres, kasus bermula pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, ketika terjadi pencurian seekor kerbau jantan milik DP. Pelaku berinisial NY, warga Kampung Billa Karendi, Desa Bukambero, diduga membawa lari ternak tersebut menuju Kampung Homba Goppo, Desa Kalembu Kaha.

Aksi pencurian itu diketahui oleh DP dan keluarganya, sehingga mereka berusaha mengejar pelaku. Namun, NY berhasil meloloskan diri bersama kerbau curiannya.

Pada pukul 19.00 WITA, pelaku NY menghubungi pemilik kerbau dan meminta tebusan sebesar Rp40 juta. Permintaan tersebut ditolak oleh DP, hingga terjadi pertengkaran melalui sambungan telepon.

Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 13.00 WITA, NY diduga mengumpulkan keluarganya di Kampung Kapaka Malenggeng, Desa Magho Linyo — termasuk korban A — untuk melakukan aksi penyerangan terhadap keluarga DP di Kampung Homba Goppo, Kecamatan Kota Tambolaka.

Sekitar pukul 14.00 WITA, NY dan sekitar 10 orang lainnya menyerang DP dan keluarganya. Namun, massa dari pihak DP yang jumlahnya lebih banyak telah bersiaga dan mampu memukul mundur kelompok NY. Merasa terdesak, NY dan rombongannya melarikan diri.

Massa Kampung Homba Goppo kemudian melakukan pengejaran. Dalam pelarian tersebut, korban A tertangkap dan diduga dibunuh oleh tiga orang pelaku di area kebun Zhadu Eru. Korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam pada siku kanan, bahu kanan, punggung, dan perut hingga akhirnya meninggal dunia.

Wakapolres menegaskan bahwa kasus pembunuhan ini kini telah ditangani penuh oleh Polres Sumba Barat Daya, termasuk proses penyelidikan terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang. (Robert)