IBU KOTA

Polres Garut siapkan empat tim satgas dalam Operasi Zebra Lodaya

265
×

Polres Garut siapkan empat tim satgas dalam Operasi Zebra Lodaya

Sebarkan artikel ini

 

Garut, 18/11  – Kepolisian Resor Garut menyiapkan empat tim satuan tugas (satgas) yang siap turun ke lapangan melaksanakan Operasi Zebra Lodaya selama 14 hari dalam rangka menegakkan peraturan lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Tujuan dari operasi ini untuk mengurangi angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, kemudian kita menginginkan masyarakat itu disiplin dalam berlalu lintas,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto usai gelar pasukan Operasi Zebra Lodaya 2025 di lapangan Markas Polres Garut, Senin.

Ia menyebutkan tim satgas tersebut yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum, dan Satgas Banops yang berjumlah seluruhnya sebanyak 100 personel.

Seluruh tim satgas tersebut, kata dia, diterjunkan untuk melakukan Operasi Zebra Lodaya sampai 30 November 2025 yang akan mengedukasi, memberikan peringatan, dan juga tindakan tegas berupa penilangan bagi pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Sesuai dengan amanat Kapolda untuk kegiatan preventif, preemtif itu tetap dilaksanakan kemudian yang penegakan hukum itu 95 persen lewat etle, dan yang lima persen manual,” katanya.

Ia menyebutkan sasaran dalam operasi tersebut yakni daerah rawan macet, rawan pelanggaran, dan rawan kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Garut.

Selanjutnya ada target operasi yakni pengendara menggunakan ponsel, di bawah umur, bonceng lebih dari satu orang pada kendaraan sepeda motor, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi roda empat tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan dalam pengaruh alkohol.

Target lainnya yakni kendaraan melawan arus, melebihi batas kecepatan, nomor polisi tidak sesuai TNKB, knalpot bising, kendaraan bermotor tidak layak jalan, parkir liar, balapan liar, dan konvoi tanpa izin.

Tim di lapangan, kata Kapolres, akan melakukan penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan jumlah fatalitas korban tinggi.

“Kita berharap masyarakat tetap mematuhi lalu lintas kemudian mematuhi arahan-arahan dari petugas, mematuhi rambu-rambu petunjuk yang sudah ada di jalan,” katanya.

(asep)