Polres Lamongan – Sosok Purnomo polisi baik merujuk pada Ipda Purnomo (atau Aipda Purnomo), anggota Polri dari Polres Lamongan, Jawa Timur, yang dikenal luas karena dedikasi kemanusiaannya merawat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan membantu masyarakat kurang mampu melalui yayasan sosial bernama Yayasan Berkah Bersinar Abadi, serta membangun citra positif polisi lewat media sosial. Ia mendirikan yayasan ini untuk merawat ratusan ODGJ dan gelandangan, sebagian besar secara gratis, dengan biaya dari donasi dan penghasilan konten media sosialnya.

Profil Singkat Ipda Purnomo:
- Jabatan: Anggota Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Lamongan.
- Kegiatan Utama: Merawat ODGJ, gelandangan, anak yatim piatu, dan warga miskin.
- Yayasan: Yayasan Berkah Bersinar Abadi di Lamongan, yang menjadi tempat rehabilitasi mental dan sosial.
- Media Sosial: Aktif di Instagram, TikTok, dan YouTube dengan akun seperti “Purnomo Polisi Baik” untuk menginspirasi lewat konten kebaikan.
- Motivasi: Tergerak hati nuraninya setelah bertemu dan membantu ODGJ, ingin menunjukkan bahwa ODGJ bisa sembuh dan dihargai.
Aksi dan Dedikasi:
- Perawatan ODGJ: Merawat ratusan ODGJ, bahkan menerima pasien tanpa biaya (subsidi silang).
- Bantuan Kemanusiaan: Membantu korban musibah, memberikan santunan, bahkan memberi hadiah umrah sebagai apresiasi kejujuran.
- Inspirasi: Mengubah pandangan masyarakat tentang ODGJ dan meningkatkan kepercayaan pada sosok polisi melalui aksi nyata dan konten positifnya.
Ipda Purnomo adalah contoh polisi yang mengedepankan kemanusiaan, mengabdikan diri di luar tugas pokoknya untuk memberikan harapan dan kehidupan layak bagi mereka yang paling membutuhkan, menjadikannya sosok inspiratif dan dicintai masyarakat.
Meski tidak sedikit jumlah biaya untuk merawat ratusan ODGJ di yayasannya, Purnomo optimistis tetap mampu menghidupi dan menempatkan para ODGJ sebagai manusia pada umumnya.
Ia percaya masih banyak orang baik yang membantu dirinya dalam menghidupi para ODGJ yang dirawat sampai sembuh di yayasan yang dirikan sejak delapan tahun silam.
Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan, Purnomo menyebutkannya total biaya yang ia keluarkan sebesar Rp 1,5 miliar per bulan.
Dari mana uang sebanyak itu didapatkannya, Purnomo menyebut banyak orang membantunya.
Selain dana dari para donatur, ia juga melepas semua pendapatan dari konten media sosial Youtube Purnomo Belajar Baik untuk keperluan yayasan.
Purnomo mengakui, ia tidak akan mampu membiayai semua pengeluaran yang dibutuhkan untuk yayasan, kalau tanpa ada uluran tangan dari orang-orang baik.







