NASIONAL

PLKI UPQ Bogor, Solusi Literasi Al-Qur’an dan Cetak Kitab Suci Lintas Agama

332
×

PLKI UPQ Bogor, Solusi Literasi Al-Qur’an dan Cetak Kitab Suci Lintas Agama

Sebarkan artikel ini

Bogor, swarabhayangkara.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meresmikan operasional Gedung Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama di Ciawi, Bogor. Gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai percetakan mushaf Al-Qur’an, tetapi juga pusat literasi keagamaan dan fasilitas cetak kitab suci agama lain, buku, jurnal, serta materi pendidikan lainnya.

“Tempat ini bukan hanya untuk mencetak Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pusat literasi Al-Qur’an. Ada perpustakaan, ruang konferensi, wisata spiritual, dan berbagai fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Menag.

Menag menyoroti pentingnya peran UPQ dalam mendistribusikan Al-Qur’an hingga ke wilayah terpencil melalui jaringan Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan kekurangan mushaf di daerah-daerah tersebut.

Selain itu, Menag mengusulkan agar percetakan ini juga mencetak kitab suci agama lain sebagai wujud semangat toleransi. “Kementerian Agama melayani semua agama. Oleh karena itu, kitab suci agama apa pun dapat dicetak di sini untuk mencerminkan semangat persatuan bangsa,” tegasnya.

Menag juga menekankan keunikan mushaf fisik yang memiliki nilai kesakralan dibandingkan Al-Qur’an digital. “Mushaf fisik membawa kesucian yang tidak tergantikan. Berbeda dengan Al-Qur’an digital yang dapat berada di tempat-tempat tidak suci,” jelasnya.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menambahkan, pembangunan Gedung PLKI UPQ yang dimulai pada 2023 dengan anggaran Rp239 miliar ini meningkatkan kapasitas cetak dari 250 ribu menjadi 1 juta mushaf per tahun. Gedung ini juga dilengkapi fasilitas modern, seperti galeri mushaf, ruang diskusi, seminar, dan mini teater digital dengan konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, Museum).

“Mesin cetak canggih asal Jerman memastikan kualitas mushaf setara dengan percetakan di Madinah dan Iran. UPQ juga mulai mencetak mushaf Braille untuk disabilitas netra dan mushaf isyarat untuk disabilitas rungu-wicara,” kata Kamaruddin.

Ia optimistis UPQ akan menjadi sumber pendapatan Kemenag sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mempromosikan Islam moderat di tingkat internasional. “UPQ ini adalah ikon peradaban Islam Indonesia, wujud nyata kebangkitan literasi Islam Nusantara,” tutupnya.

Acara peresmian ini turut dihadiri Pimpinan Baznas Achmad Sudrajat, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, serta pejabat lainnya.

Ncank Mail