NASIONAL

PPKM Mahasiswa UKI: Sentuhan  Kasih di Rumah Singgah Kasih Apera

427
×

PPKM Mahasiswa UKI: Sentuhan  Kasih di Rumah Singgah Kasih Apera

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, 21/1 (MSB) – Dalam semangat kasih dan pelayanan, mahasiswa kelas eksekutif Etika Kristen Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang terdiri dari gabungan Fakultas Hukum, Ekonomi, Vokasi, dan Sosial Politik, menyelenggarakan kegiatan Pelayanan kepada Masyarakat (PPkM) pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Bertempat di Rumah Singgah Kasih Ampera (RSKA), Jakarta Pusat, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, khususnya para manula prasejahtera dan anak-anak penyandang disabilitas.

Acara dibuka dengan khidmat oleh Ketua Pelaksana, Kadek Jaya, yang didampingi oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Etika Kristen, Pdt. Dr. Dirk Roy Kolibu, M.Th. Dalam sambutannya, Pdt. Dirk menegaskan pentingnya menghadirkan cinta kasih melalui tindakan nyata.

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi sebagai panggilan untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama.

Kasih yang diwujudkan dengan tulus mampu mengubah hidup banyak orang,” ungkapnya, membangkitkan semangat para peserta untuk melayani dengan penuh dedikasi.

Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan dengan sepenuh hati oleh Dr. Maryono, bersama tim medis profesional dari bidang keperawatan.

Para manula yang hadir menerima layanan kesehatan menyeluruh, termasuk edukasi tentang pola hidup sehat yang dapat diakses secara sederhana dalam keseharian mereka. Keterlibatan para ahli ini memastikan bahwa kebutuhan medis peserta terpenuhi dengan standar pelayanan terbaik, memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka yang dilayani.

Selain pemeriksaan kesehatan, momen paling berkesan adalah perhatian khusus yang diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas.

Mahasiswa berinteraksi dengan penuh kehangatan, memberikan motivasi dan dukungan emosional yang membangun. Tidak hanya itu, panitia juga menyerahkan paket sembako kepada seluruh peserta sebagai bentuk kepedulian atas kebutuhan dasar mereka.

Kehangatan suasana tampak dari senyum dan tawa yang terpancar dari para penerima manfaat, mencerminkan sukacita yang tulus.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kolaborasi antar fakultas dalam kelas Etika Kristen, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan yang mendalam untuk melayani masyarakat.

Melalui harmoni dalam kerja sama, mahasiswa berhasil menunjukkan bagaimana nilai-nilai Kristiani dapat diwujudkan dalam tindakan yang bermakna.

Program ini menjadi pengingat bahwa kasih dan pelayanan tidak mengenal batas, dan setiap orang memiliki potensi untuk menjadi saluran berkat bagi dunia di sekitarnya. (Roce)