NASIONAL

Menag Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus dan Gaungkan Kurikulum Cinta

352
×

Menag Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus dan Gaungkan Kurikulum Cinta

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus yang tengah dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari 2024. Hal itu ia sampaikan saat memberikan keynote speech dalam acara Peace Forum bersama Laskar Prabowo 08 di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Senin (24/2/2025).

“Mari kita bersama-sama mendoakan Paus Fransiskus yang sedang dirawat di RS Gemelli di Roma. Semoga beliau segera sembuh,” ujar Menag Nasaruddin.

Ia menyebut Paus Fransiskus sebagai sahabat kemanusiaan yang luar biasa, seorang pemimpin agama yang mengabdikan hidupnya untuk umat dan kemanusiaan.

Masjid Istiqlal sebagai Rumah Besar Kebersamaan

Dalam kesempatan yang sama, Menag Nasaruddin mengapresiasi kehadiran para tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal. Ia menegaskan bahwa masjid ini merupakan simbol kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Seperti masjid pada zaman Nabi, yang digunakan sebagai rumah besar kemanusiaan, Masjid Istiqlal pun harus menjadi tempat yang inklusif bagi semua,” katanya.

Kementerian Agama Kembangkan Kurikulum Cinta

Selain membahas persatuan umat, Menag Nasaruddin juga memperkenalkan Kurikulum Cinta yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan menghindari penyebaran kebencian dalam dakwah agama.

“Orang boleh berbeda keyakinan, tetapi harus tetap saling mencintai. Siapapun anak cucu Adam wajib memiliki kasih sayang satu sama lain. Ini yang disebut ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia),” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persatuan bangsa juga harus didasari oleh rasa cinta dalam ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).

“Dengan Kurikulum Cinta, kita ingin menciptakan generasi yang rukun, damai, dan penuh toleransi,” tambahnya.

Istiqlal sebagai Simbol Perdamaian

Di akhir pidatonya, Menag Nasaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengedepankan cinta kasih dalam interaksi antarumat beragama.

“Siapa yang ingin berbicara tentang kedamaian, datanglah ke Istiqlal. Karena Istiqlal artinya merdeka,” pungkasnya.

Dengan inisiatif ini, diharapkan Indonesia semakin kokoh sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan dalam keberagaman.

NMC