Jakarta, swarabhayangkara.com – Setelah jeda libur Lebaran, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler 1446 H/2025 M kembali dibuka. Hingga sore hari ini, tercatat sebanyak 195.849 jemaah telah melunasi biaya haji reguler, atau sekitar 96,33% dari total kuota yang tersedia.
Tahap II pelunasan Bipih Reguler ini berlangsung sejak 24 Maret hingga 17 April 2025. Proses sempat terhenti sementara pada 28 Maret hingga 7 April 2025 akibat libur Lebaran. Saat penutupan sementara pada 27 Maret, jumlah jemaah yang telah melunasi Bipih mencapai 192.427 orang. Hari ini, sebanyak 3.422 jemaah menambah daftar pelunasan.
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhammad Zain, menyampaikan bahwa total kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 orang, terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Kuota haji reguler sendiri terbagi untuk jemaah berhak lunas, lansia prioritas, pembimbing ibadah (KBIHU), dan petugas haji daerah (PHD).
Detail pelunasan sejauh ini terdiri dari:
• 175.812 jemaah berhak lunas
• 18.611 jemaah dari daftar cadangan
• 1.426 petugas haji daerah (PHD)
Namun, masih ada beberapa provinsi yang serapan kuotanya belum maksimal. DKI Jakarta baru menyentuh 79,30% dan Gorontalo 76,14%. Sementara itu, 12 provinsi telah melampaui serapan 90%, seperti Kalimantan Selatan (96,83%), Bali (95,07%), dan Sulawesi Barat (94,65%).
Muhammad Zain mengimbau agar sisa waktu pelunasan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para jemaah. “Kami harap seluruh kuota bisa segera terserap dengan baik,” ujarnya.
Selain pelunasan, Kementerian Agama melalui Direktorat Layanan Haji Dalam Negeri juga telah menyiapkan proses administrasi dan dokumen jemaah, yang akan digunakan dalam penerbitan visa melalui sistem e-Hajj. Proses ini penting untuk kelancaran pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
Adapun berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H yang telah diterbitkan, jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025, dan selanjutnya diberangkatkan secara bertahap dari embarkasi masing-masing ke Arab Saudi mulai 2 Mei 2025.
NMC







