LUAR NEGERI

Menag: Sakralisasi Perkawinan, Kunci Ketahanan Keluarga

296
×

Menag: Sakralisasi Perkawinan, Kunci Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan pentingnya merumuskan konsep sakralisasi perkawinan sebagai langkah strategis menanggulangi lonjakan angka perceraian di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) tahun 2025, yang digelar di Jakarta pada Selasa (22/4).

“BP4 harus mampu menciptakan konsep bagaimana caranya menyakralkan perkawinan. Jangan sampai ada kekerasan dalam rumah tangga, karena perkawinan itu sakral,” ujar Nasaruddin dalam pidatonya yang menggugah.

Dalam forum bertema “Dengan Cinta Menuju Keluarga Bahagia”, Menag menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka perceraian yang menurutnya berdampak langsung pada krisis ketahanan keluarga. Ia menekankan pentingnya pendekatan spiritual, sosial, dan psikologis dalam menyikapi fenomena tersebut.

“Kalau terjadi perceraian, efek dominonya luar biasa. Korban utamanya sudah pasti perempuan dan anak. Kita tidak boleh membiarkan ini terus terjadi,” tegasnya.

Untuk memperkuat peran BP4, Nasaruddin juga mendorong adanya penguatan kelembagaan hingga ke tingkat daerah. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah turut mengalokasikan anggaran untuk mendukung operasional BP4 di wilayah masing-masing.

“Organisasi BP4 perlu diperkuat hingga tingkat daerah. Kami melobi agar pemda bisa mengalokasikan anggaran pembinaan BP4 secara maksimal,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Menag menyebut bahwa menyelamatkan rumah tangga dari kehancuran adalah tugas mulia yang membutuhkan ketulusan dan komitmen bersama.

Rakernas BP4 tahun ini diikuti oleh 83 peserta, terdiri dari pengurus BP4 Pusat dan perwakilan dari berbagai provinsi, serta akan berlangsung hingga 24 April mendatang.

NMC