NASIONAL

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Berjalan Lancar, Dua Kloter Surabaya Sempat Tertunda karena Faktor Keamanan

227
×

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Berjalan Lancar, Dua Kloter Surabaya Sempat Tertunda karena Faktor Keamanan

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com — Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, proses pemulangan jemaah haji Indonesia tetap berjalan lancar dan terjadwal. Meski dua kloter dari Embarkasi Surabaya sempat tertunda karena alasan keamanan jalur udara, seluruh jemaah telah dipastikan dalam kondisi aman dan kini tengah menanti jadwal penerbangan berikutnya dari hotel di Jeddah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Hilman Latief, menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah secara umum berlangsung sesuai skema yang telah dirancang.

“Insya Allah, kami terus melakukan proses pemulangan jemaah sesuai program. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke tanah air, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan sebelum jadwal kepulangan,” ujar Hilman di Makkah, Selasa (24/6/2025).

Hilman menjelaskan, dua kloter dari Embarkasi Surabaya—SUB 43 dan SUB 44—yang masing-masing membawa sekitar 380 jemaah, mengalami penundaan keberangkatan akibat eskalasi keamanan di beberapa wilayah udara Timur Tengah. Maskapai Saudia Airlines, yang menjadi operator penerbangan, mengambil langkah antisipatif dengan menunda keberangkatan demi keselamatan seluruh jemaah.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah dari dua kloter tersebut sudah ditempatkan dengan aman di hotel-hotel di Jeddah. Mereka sedang menunggu jadwal penerbangan pengganti, yang akan diinformasikan segera setelah rotasi pesawat memungkinkan,” jelasnya.

Meskipun terdapat penundaan, Hilman menegaskan bahwa pemulangan jemaah secara nasional tidak terganggu secara signifikan. Sebagian besar maskapai yang digunakan oleh jemaah Indonesia tetap melayani penerbangan melalui jalur udara yang aman, seperti wilayah Oman, sehingga mayoritas kloter masih berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta para penyedia layanan atau syarikah. Kami juga tengah mempersiapkan fase pemulangan jemaah dari Madinah yang akan dimulai pada 26 Juni,” terang Hilman.

Fase pemulangan ini, lanjutnya, merupakan tahapan tersibuk dalam penyelenggaraan ibadah haji. Saat ini, lebih dari 100 ribu jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi dan dijadwalkan pulang dalam gelombang bertahap, dengan jumlah harian antara 4.000 hingga 7.000 orang.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses pemulangan ini berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan yang berarti,” pungkas Hilman.

Terkait jemaah yang masih berada di Madinah, Hilman mengimbau agar mereka menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan waktu untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi, termasuk berziarah ke Raudhah dan tempat-tempat bersejarah lainnya dengan tertib dan khusyuk.

NMC