Jakarta, 09/12 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) di Jakarta aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Stok gas LPG 3 kilogram aman dan harga di tingkat agen serta pangkalan konsisten sesuai HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Harga elpiji 3 kg di tingkat agen, yakni Rp14.466 per tabung, di tingkat pangkalan Rp16.000 per tabung, dan di tingkat pengecer Rp20.000 per tabung.
Harga tersebut disampaikan Ratu setelah Dinas PPKUKM DKI bersama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi, dan Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan di berbagai titik rantai distribusi, mulai dari agen, pangkalan, hingga pengecer, pada Senin (8/12).
Pemantauan itu bertujuan mencegah kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat konsumen.
Ratu menegaskan Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pemantauan secara berkala dan menindak tegas segala potensi penyelewengan guna memastikan subsidi energi tepat sasaran dan stabilitas harga bahan pokok terjaga.
Dia menambahkan pihak agen, pangkalan, dan pengecer elpiji 3 kg pun telah berkomitmen untuk tetap beroperasi selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan waktu operasional yang terjamin yakni, pukul 07.00-17.00 WIB.
Menurut dia, jaminan waktu operasional itu bertujuan memastikan distribusi gas elpiji 3 kg kepada masyarakat tidak terganggu.
“Komitmen para distributor untuk tetap beroperasi selama periode Nataru (Natal dan Tahun Baru) adalah kunci utama untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat Jakarta terpenuhi tanpa kendala,” tutur Ratu.
(Hangky)







