DAERAH

Polda NTT kerahkan 3.068 personel gabungan amankan mudik Lebaran 2026

99
×

Polda NTT kerahkan 3.068 personel gabungan amankan mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

 

Kupang, 12/3  – Sebanyak 3.068 personel gabungan baik TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di Mapolda NTT, Kupang, Kamis mengatakan 3.068 gabungan itu terdiri dari personel Polri dan instansi terkait.

“Untuk pengamanan arus mudik serta Idul Fitri di wilayah NTT khusus Polri mengerahkan 1.144 personel, sisanya bantuan dari instansi terkait dengan jumlah mencapai 1.924 personel.

Dia mengatakan sejumlah personel itu akan ditempatkan di berbagai pos pengamanan yang tersebar di wilayah strategis di NTT guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Henry menyebut sekitar 91 Pos Pengamanan, 38 Pos Pelayanan, 27 Pos Terpadu, serta 26 pos lainnya disiagakan untuk mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Objek vital tersebut meliputi 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, serta 153 objek wisata di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Polda NTT juga memberikan perhatian khusus untuk sejumlah rumah ibadah saat Hari Raya Idul Fitri, dengan perkiraan 201 masjid yang akan digunakan oleh sekitar 91.386 jamaah serta 48 lapangan yang diproyeksikan menjadi lokasi pelaksanaan salat Id dengan estimasi 123.600 orang jamaah Muslim.

Henry menambahkan seluruh personel yang bertugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan konvensional, tawuran, hingga aksi balap liar yang kerap terjadi saat momentum libur panjang.

Selain pengamanan, Polda NTT juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui call center 110 yang dapat diakses selama 24 jam.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama periode mudik Lebaran serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

(antara)