DAERAH

985 personel gabungan amankan Prosesi Semana Santa di Larantuka

134
×

985 personel gabungan amankan Prosesi Semana Santa di Larantuka

Sebarkan artikel ini

 

Kupang, 01/4 – Polres Flores Timur, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan 985 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian perayaan Prosesi Semana Santa 2026 di Kota Larantuka yang sudah berlangsung lebih dari 500 tahun.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra dihubungi dari Kupang, Rabu mengatakan sejumlah personel gabungan itu terdiri dari TNI, serta pihak terkait di Flores Timur.

“Seluruh skema pengamanan telah dipersiapkan secara terpadu guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” katanya.

Dia mengatakan kehadiran sejumlah personel tersebut untuk memberikan rasa aman kepada warga serta peziarah yang mengikuti Prosesi Semana Santa di daerah itu.

Ia menjelaskan personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti pos pengamanan (pospam), pos pelayanan (posyan), serta jalur utama prosesi, termasuk Gereja Katedral Larantuka, Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, pelabuhan, hingga pusat keramaian.

Selain pengamanan darat, kepolisian juga menyiapkan pengawasan khusus untuk prosesi laut melalui koordinasi lintas instansi, meliputi pemeriksaan kelayakan kapal, kapasitas penumpang, serta pemantauan kondisi cuaca.

Dia menambahkan mulai Rabu (1/4) polisi telah menerapkan rekayasa lalu lintas yang bertepatan dengan Rabu Trewa hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan keselamatan peziarah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama,” ujarnya.

Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya memastikan perayaan Semana Santa di Larantuka, yang menjadi salah satu destinasi wisata rohani nasional, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pelaksanaan Semana Santa dimulai dengan kegiatan Tikam Turo (pembuatan pagar untuk pemasangan lilin) pada Selasa (31/3) kemarin, lalu dilanjutkan dengan Rabu Trewa, Kamis Putih, serta Jumat Agung (saat perarakan Tuan Ma) melalui proses laut.

(alex)