NASIONAL

Mitigasi Karhutla Sumsel Tunjukkan Hasil Positif, Danrem 044/Gapo Apresiasi Sinergi Lintas Sektor

36
×

Mitigasi Karhutla Sumsel Tunjukkan Hasil Positif, Danrem 044/Gapo Apresiasi Sinergi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

Palembang, 23/05 (MSB) – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menghadiri Apel Kesiapsiagaan Mitigasi Penekanan Angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Polda Sumsel di halaman Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (22/5/2026).

 

Apel kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah mitigasi terpadu dalam menghadapi potensi bencana tahunan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan.

 

Kegiatan melibatkan sebanyak 453 personel gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, serta unsur pendukung lainnya yang tergabung dalam sistem mitigasi terpadu karhutla Provinsi Sumsel.

 

Polda Sumsel juga menyiagakan berbagai sarana dan prasarana strategis, mulai dari kendaraan SAR terbatas milik Brimob, perlengkapan pemadaman lapangan, hingga dukungan operasional Direktorat Polairud. Seluruh peralatan diperiksa langsung guna memastikan kesiapan operasional apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat karhutla.

 

Wakapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

 

“Keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama bangsa. Penanganan karhutla tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus terukur dan melibatkan seluruh elemen pemerintah, TNI, Polri, dan dunia usaha,” tegasnya.

 

Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan karhutla di Sumatera Selatan.

 

“Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Khabib Mahfud.

 

Berdasarkan laporan operasional terpadu, capaian mitigasi karhutla di Sumsel menunjukkan hasil signifikan. Hingga Mei 2026, jumlah titik api berhasil ditekan menjadi 1.253 titik, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 11.786 titik. Sementara itu, total luas lahan terbakar juga berhasil ditekan hingga mencapai 182,53 hektare.

 

Keberhasilan tersebut ditopang oleh pelaksanaan 6.892 kegiatan mitigasi proaktif yang dilakukan jajaran kepolisian bersama instansi terkait sejak awal tahun. Kegiatan itu meliputi patroli terpadu, edukasi masyarakat, pemasangan imbauan pencegahan, pemetaan titik rawan, hingga penguatan deteksi dini berbasis teknologi.

 

Dampak positif pengendalian karhutla juga dirasakan melalui kondisi udara yang tetap bersih serta aktivitas transportasi darat, laut, dan udara yang berjalan normal.

 

Seluruh personel yang terlibat diinstruksikan untuk terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat, disertai penegakan hukum secara profesional terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.(Amru)