DAERAH

Petani Jember bagikan timun gratis kepada warga saat harganya anjlok

21
×

Petani Jember bagikan timun gratis kepada warga saat harganya anjlok

Sebarkan artikel ini

 

Jember, Jawa Timur, 10/6  – Petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur membagi-bagikan timun sebanyak 2 kuintal secara gratis kepada warga yang berada di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu.

“Kami membagi-bagikan timun secara gratis karena harga timun di tingkat petani cukup rendah yakni Rp1.000 per kilogram, sehingga daripada rugi kalau dijual, maka dibagikan kepada warga agar rakyat senang,” kata Jumantoro di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Ia mengatakan harga idealnya timun dijual yakni berkisar Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram agar petani bisa tersenyum karena saat menanam biaya produksinya cukup tinggi, apalagi harga plastik mulsa dan pupuk nonsubsidi mengikuti nilai dollar.

“Petani hortikultura sayuran tidak mendapat alokasi pupuk subsidi seperti petani padi, harga pupuk berkisar Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per kemasan, tergantung jenis pupuknya. Biaya produksi menanam timun per hektare berkisar Rp40 juta hingga Rp45 juta,” tuturnya.

 

 

Ia berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang berpihak kepada petani hortikultura agar mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dan harga sayur mayur juga stabil, sehingga petani tidak merugi terus.

“Saat ini nilai dolar mencapai Rp18 ribu, sehingga kami berharap harga timun di tingkat petani cukup 1/4 dolar saja agar kami bisa tetap menanam untuk kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.

Setelah dari Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jumantoro bergerak menuju Kantor DPRD untuk memberikan timun kepada anggota Komisi B yang membidangi tentang pertanian dan perkebunan.

“Kami berharap anggota DPRD Jember bisa memperjuangkan nasib petani hortikultura sayuran agar para petani bisa tetap sejahtera di tengah himpitan ekonomi,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, timun sebanyak 2 kuintal itu ludes diserbu warga, dalam hitungan menit saja sudah habis di dua lokasi yang didatangi petani timun.

(joko)