Palembang, 31/7 – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju melaksanakan pemeliharaan fasilitas kilang tersebut melalui Pit Stop Tahap II 2026 dengan melibatkan sekitar 2.500 tenaga kerja kontraktor, termasuk 65 persen pekerja lokal Sumatera Selatan.
Vice President Refinery Reliability & Engineering PT Pertamina Patra Niaga Eko Sunarno dalam keterangannya di Palembang, Sumsel, Jumat, mengatakan Pit Stop tersebut berlangsung selama 17 hari, mulai 27 Juli hingga 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan fasilitas produksi dan memastikan keberlangsungan pasokan energi nasional.
Seluruh pekerja dan mitra kerja diminta menerapkan HSSE Golden Rules yang meliputi kepatuhan terhadap peraturan, prosedur dan standar HSSE, melakukan intervensi dengan melaporkan potensi bahaya maupun perilaku tidak aman, serta peduli terhadap keselamatan diri sendiri, rekan kerja dan lingkungan.
Menurut dia, penerapan prinsip tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian pekerjaan dapat berlangsung aman dan ditargetkan tanpa kecelakaan kerja.
“Pit Stop bukan sekadar pekerjaan pemeliharaan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita terhadap keselamatan,” katanya.
Sementara itu, Executive General Manager RU Plaju Khabibullah Khanafie mengatakan Pit Stop Tahap II merupakan agenda strategis dalam menjaga keandalan fasilitas produksi kilang.
“Keberhasilan Pit Stop hanya dapat dicapai apabila kita mampu menjalankan tiga pilar utama secara seimbang, yaitu Safe Execution, On Schedule, dan Right Quality,” ujarnya.
Ia menegaskan pekerjaan harus diselesaikan sesuai jadwal tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan setiap pekerjaan harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Pelaksanaan Grand Safety Talk turut dihadiri jajaran manajemen Kilang Plaju, pekerja, mitra kerja, kontraktor dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di sekitar wilayah operasional.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen HSSE oleh manajemen, pekerja, mitra kerja dan kontraktor yang terlibat dalam Pit Stop Tahap II 2026.
Komitmen itu menjadi bentuk kesepakatan bersama untuk mematuhi regulasi dan prosedur kerja, menerapkan manajemen risiko secara konsisten serta mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan pemeliharaan.
Selain itu, perusahaan menyampaikan pesan keselamatan dari keluarga kepada pekerja sebagai pengingat agar seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dalam kondisi sehat dan selamat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan penyaluran santunan kepada anak yatim dan dhuafa dari sejumlah panti asuhan, yakni Panti Asuhan Az Dzaky, Yatim & Dhuafa Amanah Mulia, Sahabat Yatim, serta Yatim Dhuafa Darul Falah.
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju berharap pelaksanaan Pit Stop Tahap II 2026 dapat berjalan aman tanpa kecelakaan, selesai sesuai jadwal dan menghasilkan pekerjaan berkualitas sehingga mendukung keandalan operasional kilang dalam menjaga ketahanan energi nasional.
(don)







