NASIONAL

Presiden perkenalkan petani penerima manfaat kebijakan pupuk

13
×

Presiden perkenalkan petani penerima manfaat kebijakan pupuk

Sebarkan artikel ini

 

Jakartas, 14/8  – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan sosok Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang berhasil meningkatkan produktivitas sawahnya setelah mendapatkan sejumlah bantuan dari pemerintah, termasuk menerima manfaat dari turunnya harga pupuk hingga 20 persen.

“Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang, saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini ketua kelompok tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun dengan produktivitas sampai sembilan ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen ikut memangkas biaya produksinya,” kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat.

Joko Purnomo yang mengikuti jalannya acara dari atas balkon ruangan bersama para penerima manfaat program pemerintah lainnya, pun berdiri. Dia turut memberikan gesture salam kepada Presiden Prabowo dari kejauhan.

“Kita tepuk tangan untuk Pak Joko. Sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih, kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa,” kata Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN pangan, koperasi, dan unsur-unsur bangsa lainnya.

“Dalam satu tahun terakhir ini, Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan, dan dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawang putih. Kita berjuang dalam 3 tahun, kita mencapai swasembada bawang putih, yang saya sebut tadi, daging sapi belum, daging kerbau belum, tetapi daging ayam sudah. Pada dasarnya, untuk protein, kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam,” ujar Presiden.

Delapan komoditas pangan yang telah mencapai swasembada, yaitu beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

(antara)