JAKARTA UTARA, 18/08 (MSB) – Upaya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan transportasi terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Kader Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di Terminal Bus dan Perusahaan Otobus (PO Bus) yang digelar di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara bersama Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan para pekerja yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan terminal, mulai dari pengemudi, kondektur, petugas operasional, hingga pekerja pendukung lainnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan terminal. Menurutnya, kondisi terminal yang menjadi pusat aktivitas dan mobilitas masyarakat membutuhkan dukungan sistem kesehatan kerja yang baik agar para pekerja dapat menjalankan tugas secara aman dan sehat.
Berikutnya, materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah narasumber yang berkompeten:
– Jumiati (Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara) memaparkan tentang Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di Terminal Bus Tanjung Priok. Pembentukan Pos UKK diharapkan menjadi sarana yang membantu meningkatkan akses pekerja terhadap informasi, pelayanan dasar kesehatan, serta upaya pencegahan berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan.
– Mutnia menyampaikan materi Pengenalan Potensi Bahaya dan Risiko Kesehatan Kerja di Lingkungan Terminal. Para peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan maupun kecelakaan kerja, termasuk kondisi lingkungan, aktivitas kendaraan, paparan polusi, kebisingan, serta faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan pekerja.
– Dr. Made Prativi Mahendra Svandevi (Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok) membahas Pengendalian Risiko Bahaya Kerja. Peserta dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan dan pengendalian risiko sehingga potensi bahaya di lingkungan kerja dapat diminimalkan.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber, khususnya mengenai penyakit menular dan tidak menular serta dampak kesehatan akibat aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus di lingkungan terminal.
Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan kebutuhan pekerja terhadap informasi kesehatan yang praktis serta dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain memberikan pengetahuan, pelatihan ini diharapkan mampu membentuk kader-kader Pos UKK yang dapat menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan kerja di lingkungan Terminal Bus Tanjung Priok dan PO Bus.
Dengan adanya Pos UKK, pekerja diharapkan tidak hanya semakin memahami potensi risiko yang dihadapi, tetapi juga mampu melakukan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat. Kolaborasi antara Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, pengelola terminal, dan para pekerja menjadi bagian penting dalam mewujudkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor transportasi.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa kesehatan pekerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari terciptanya pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.







