swarabhayangkara.com, Jakarta— Ketika ruang publik semakin riuh oleh perebutan panggung dunia, Semarang justru membuka panggung yang mempersilakan Al-Qur’an kembali menjadi suara paling lantang.
Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 pada 11–20 September 2026. Sebanyak 2.242 peserta dari seluruh provinsi akan hadir, terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan, membawa mushaf dan harapan di tengah zaman yang sering lebih fasih membaca kepentingan daripada membaca ayat.
MTQ tahun ini menghadirkan delapan cabang perlombaan, mulai dari seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahmil, syarhil, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Namun sejatinya, yang dipertandingkan bukan sekadar indahnya suara, melainkan kesungguhan menjaga firman Allah tetap hidup di tengah masyarakat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan MTQ telah melahirkan banyak talenta keagamaan yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, para qari, hafiz, mufasir, dan kaligrafer dapat menjadi modal sosial Indonesia dalam memperkuat diplomasi keagamaan di tingkat dunia.
Satirnya, negeri ini tidak pernah kekurangan orang yang pandai berdebat atas nama agama, tetapi sering kekurangan orang yang akrab dengan Al-Qur’an setelah lampu panggung dipadamkan. MTQ menjadi pengingat bahwa wahyu tidak diturunkan untuk diperlombakan semata, melainkan untuk dihidupkan dalam akhlak dan kehidupan sehari-hari.
Abu berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus berinovasi agar prestasi para peserta MTQ tidak berhenti sebagai piala dan piagam, tetapi menjadi cahaya yang menyinari masyarakat, bahkan dikenal hingga mancanegara.
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Muhammad Hanafi menjelaskan seluruh proses pendaftaran dan verifikasi peserta dilakukan melalui sistem e-MTQ. Data peserta diverifikasi secara administratif dan dipadankan dengan data Direktorat Jenderal Dukcapil untuk menjamin keabsahan setiap kafilah.
Allah SWT menegaskan keberkahan Al-Qur’an dalam firman-Nya, QS Shad ayat 29: “Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu yang penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.” Rasulullah SAW juga bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (HR Muslim).
Semoga MTQ Nasional di Semarang bukan hanya melahirkan juara tilawah, tetapi juga melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai suara hati, bukan sekadar suara perlombaan. (Stn)







