NASIONAL

KKP perkirakan kebutuhan anggaran 1.269 KNMP 2026 sekitar Rp10 triliun

16
×

KKP perkirakan kebutuhan anggaran 1.269 KNMP 2026 sekitar Rp10 triliun

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, 16/9  – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026 sekitar Rp10 triliun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kebutuhan anggaran setiap lokasi berbeda karena disesuaikan dengan tipe dan kebutuhan pembangunan masing-masing KNMP.

“Anggarannya bervariasi karena sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama,” kata Trenggono seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan KNMP di Jakarta, Selasa.

Trenggono menjelaskan biaya pembangunan satu KNMP kategori hub atau pusat diperkirakan berkisar Rp8 miliar hingga Rp11 miliar.

 

Sementara itu kebutuhan anggaran untuk KNMP kategori penyangga diperkirakan sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per lokasi.

“Hub mungkin sekitar antara Rp8 miliar sampai Rp11 miliar. Lalu kalau dia penyangga, kira-kira Rp3 miliar sampai Rp5 miliar, kira-kira begitu,” ujar dia.

Terkait total kebutuhan anggaran pembangunan KNMP pada 2026, Trenggono memperkirakan nilainya sekitar Rp10 triliun. Namun ia mengatakan angka tersebut masih perlu dihitung kembali secara rinci.

“Jumlah yang dibangun kira-kira angkanya sekitar Rp10 triliun ya kalau enggak salah ya. 2026 itu Rp10 triliun ya,” ungkap Trenggono.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga akhir 2029 untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Menurut Zulhas, KNMP dilengkapi berbagai sarana pendukung kegiatan nelayan, antara lain tempat pelelangan ikan, akses kapal, penyimpanan dingin, bengkel, pabrik es, dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

Sebelumnya, KKP telah merampungkan pembangunan 65 KNMP tahap I pada akhir April 2026.

KKP juga membentuk Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026 untuk mengawal pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun.

 

Dalam masa uji coba operasional, sebanyak 65 KNMP tahap I mencatat pengiriman 273,6 ton hasil perikanan dengan nilai Rp11,10 miliar hingga 14 Agustus 2026.

Hasil perikanan tersebut berasal dari sejumlah KNMP, antara lain di Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, dan Merauke, dengan komoditas seperti tuna, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.

Untuk pembangunan pada 2026, KKP menerapkan model klaster yang menghubungkan KNMP hub dan penyangga.

KNMP hub berfungsi sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan, sedangkan lokasi penyangga menjadi tempat pengumpulan hasil tangkapan serta penyediaan fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

(Ali)