NASIONAL

Cegah Tawuran Dari Lingkungan Sekolah, Polsek Menteng Dorong Pembentukan FKPMS di SMK Taman Siswa 2

8
×

Cegah Tawuran Dari Lingkungan Sekolah, Polsek Menteng Dorong Pembentukan FKPMS di SMK Taman Siswa 2

Sebarkan artikel ini

Jakarta Pusat, 22/09 (MSB) – Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari tawuran diperkuat melalui kolaborasi kepolisian, pihak sekolah, dan elemen masyarakat di SMK Taman Siswa 2, Jalan Matraman Dalam II Nomor 13, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aiptu H.M. Adhy M.N. Salah satu agenda utamanya adalah penyetelan suara imbauan kamtibmas yang ditujukan untuk mengingatkan para pelajar mengenai bahaya tawuran, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba.

Pesan yang disampaikan mengajak siswa menaati tata tertib sekolah, menjunjung persaudaraan, dan mematuhi ketentuan hukum. Pelajar juga diingatkan agar tidak membawa atau menguasai senjata tajam tanpa hak, yang dapat berujung pada proses hukum dengan ancaman pidana penjara hingga tujuh tahun.

Selain itu, siswa diminta menghindari aksi bergerombol maupun konvoi setelah jam sekolah. Polisi juga mendorong para pelajar untuk melaporkan ajakan kekerasan atau penyalahgunaan narkoba kepada guru, orang tua, maupun pihak berwajib.

Dalam rangka memperkuat pencegahan dini, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi bersama Kepala SMK Taman Siswa 2, Anti Utami, S.Pd., guru bidang kesiswaan, guru BK, dan unsur terkait. Pembahasan diarahkan pada rencana program Bapak Asuh Polri serta pembentukan Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di lingkungan sekolah.

Kanit Binmas Polsek Metro Menteng AKP Irawan Junaidi,turut hadir bersama unsur sekolah dan masyarakat, termasuk perwakilan OSIS, komite sekolah, Satpol PP, FKDM, LMK, pedagang, serta petugas keamanan.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menekankan bahwa pencegahan tawuran pelajar membutuhkan keterlibatan bersama dan komunikasi yang berkesinambungan.

“Sekolah, orang tua, dan kepolisian perlu membangun komunikasi yang terbuka. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini melalui pembinaan dan kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga pelajar dari pengaruh kekerasan dan kenakalan remaja.

“Anak-anak sekolah harus mendapatkan lingkungan yang aman untuk belajar dan berkembang. Kami mendorong penguatan sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tawuran serta penyalahgunaan narkoba dapat dicegah bersama,” kata Reynold.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)