NASIONAL

Menhut Tinjau Restorasi Gambut Bengkalis, Danlanud RSN Tegaskan Kolaborasi Penanganan Karhutla

11
×

Menhut Tinjau Restorasi Gambut Bengkalis, Danlanud RSN Tegaskan Kolaborasi Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini

Bengkalis (MSB) 30/9/2026 — Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris M.Maritim Pol., M.M.O.A.S. mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam kunjungan kerja meninjau kondisi Karhutla sekaligus Rumah Runding Restorasi Gambut di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (30/9/2026).

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin mengatakan kegiatan ini tidak hanya patroli peninjauan titik api kondisi karhutla terkini tetapi juga peninjauan Rumah Runding Restorasi Gambut di kabupaten bengkalis.

Rumah Runding, Berawal dari Gagasan Restorasi Gambut

Rumah Runding Restorasi Gambut di Desa Tanjung Leban memiliki sejarah yang erat dengan upaya panjang pemulihan ekosistem gambut di kawasan tersebut. Gagasan pengembangannya diinisiasi oleh Dr. Haris Gunawan, yang saat itu menjabat sebagai Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan Karhutla sekaligus pemulihan ekosistem gambut di Provinsi Riau. Dengan semangat gotong royong, seluruh stakeholder terus bersinergi untuk mewujudkan Riau terbebas dari asap.

Di Rumah Runding Restorasi Gambut, Menhut Raja Juli Antoni meninjau langsung kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi akibat kebakaran berulang. Melalui kerja sama berbagai pihak, kawasan tersebut kini menunjukkan proses pemulihan, termasuk tumbuhnya kembali tanaman-tanaman endemik.

“Ini dulu adalah tempat di mana kebakaran berulang terjadi dan terjadi degradasi gambut. Namun, berkat kerja sama dengan semangat bergotong royong jajaran Forkopimda Provinsi Riau, daerah yang terdegradasi ini berhasil direstorasi,” ujar Raja Juli.

Menhut menegaskan pentingnya pengelolaan gambut berbasis sains, penguatan pencegahan Karhutla dari tingkat hulu hingga tapak, serta pelibatan aktif masyarakat desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga ekosistem gambut, mencegah Karhutla, dan mewujudkan Riau bebas asap.

Turut mendampingi Menteri Kehutanan, Pj. Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, serta jajaran Forkopimda Provinsi Riau lainnya.