TANGERANG, 14/10 (MSB) – Momentum Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang tahun 2026 harus menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas, serta membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Studi Ilmu Hukum Indonesia Bersatu (LESIM), Mursalin, yang mengapresiasi rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang, termasuk pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang yang berlangsung lancar.
Meski demikian, Mursalin menyayangkan insiden yang terjadi pada pengujung rangkaian acara. Peristiwa tersebut terjadi seusai Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menjalani wawancara dengan awak media, ketika aliansi mahasiswa berupaya menyampaikan aspirasi mereka.
Menurut Mursalin, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, setiap pihak diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.
“Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Kita patut mengapresiasi rangkaian acara yang telah berjalan, tetapi kejadian di pengujung kegiatan juga perlu menjadi evaluasi agar hal serupa tidak kembali terjadi,” demikian penekanan Mursalin.
Ia berharap pemerintah daerah, aparat terkait, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dan mengedepankan dialog dalam menyampaikan maupun menanggapi aspirasi.
Mursalin menegaskan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Karena itu, momentum hari jadi daerah hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta komitmen bersama untuk memajukan Kabupaten Tangerang.







