swarabhayangkara.com, Surabaya – Dunia anak muda memang penuh cerita. Ada yang berburu kuliner, berburu konten, mencari hiburan, atau sekadar jalan-jalan sambil menikmati suasana.
Di tengah keramaian Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) Surabaya 2026, Kokola ikut meramaikan petualangan itu dengan memperkenalkan produk terbarunya, Kukis Black.
Bukan cuma soal biskuit, Kokola juga membawa beragam promo, permainan, merchandise, hingga kesempatan mendapatkan hadiah menarik. Pokoknya, ada alasan tambahan buat mampir ke stan Kokola di tengah agenda keliling pameran.
Manager Public Relations Kokola Group, Andi Fian Octavia, mengatakan, keikutsertaan Kokola dalam PRJ Surabaya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan merek kepada masyarakat yang lebih luas, terutama kalangan anak muda.
Menurut Fian, Kokola kini telah memasarkan produknya di 55 negara yang tersebar di lima benua. Namun, perjalanan sebuah merek tak cukup hanya dengan dikenal di banyak tempat. Ia juga perlu hadir lebih dekat dengan konsumen, termasuk generasi Z yang punya selera dan gaya hidup dinamis.
“Sekarang saatnya kami lebih memperluas pengenalan merek Kokola kepada masyarakat, khususnya di Surabaya. PRJ menjadi salah satu ajang yang tepat untuk melakukan promosi sekaligus memperkenalkan produk terbaru kami,” ujar Fian.
Kukis Black, Teman Santai Anak Muda
Kali ini, Kukis Black menjadi salah satu bintang di stan Kokola. Produk tersebut dipilih untuk menyasar konsumen muda, khususnya generasi Z.
Di tengah tren jajan yang makin beragam, biskuit tak sekadar menjadi teman minum teh atau pengganjal perut saat lapar. Camilan juga bisa menjadi teman ngobrol, teman mengerjakan tugas, sampai teman bersantai setelah seharian berkutat dengan rutinitas.
Kokola mencoba membawa semangat itu ke PRJ Surabaya. Pengunjung tak hanya diajak mengenal produk, tetapi juga menikmati pengalaman berbelanja yang lebih interaktif.
Ada paket pembelian senilai Rp50 ribu yang dilengkapi merchandise berupa gantungan kunci bertema Kukis Black dan kantong belanja. Buat yang ingin menikmati biskuit tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, tersedia pula promo Rp10 ribu.
Belum selesai sampai di situ. Pengunjung juga bisa mencoba keberuntungan lewat permainan spin wheel dan mengikuti undian berhadiah. Hadiahnya antara lain logam mulia, televisi berukuran 32 inci, serta berbagai barang elektronik lainnya.
Jadi, selain membawa pulang camilan, pengunjung juga punya kesempatan membawa pulang hadiah. Meski begitu, tentu saja hadiah bukan sesuatu yang bisa dipastikan. Namanya juga undian, ada unsur keberuntungan yang ikut bermain.
Dono Pradana Ikut Meramaikan Suasana
Agar suasana makin hidup, Kokola turut menghadirkan aktor sekaligus komedian Dono Pradana sebagai bintang tamu.
Kehadiran figur publik ini menjadi bagian dari strategi Kokola untuk membangun interaksi dengan pengunjung, terutama anak muda yang akrab dengan dunia hiburan dan media sosial.
Bagi merek, mendekati Gen Z bukan sekadar perkara memasang iklan atau memajang produk di rak. Perlu ada pengalaman yang membuat konsumen tertarik untuk datang, mengenal, dan mengingat sebuah merek.
PRJ Surabaya 2026 sendiri berlangsung pada 8–18 Oktober 2026. Selama periode tersebut, Kokola berharap kehadiran Kukis Black dapat menarik perhatian pengunjung sekaligus memperkuat posisi merek di tengah persaingan industri makanan ringan.
Fian juga berharap PRJ Surabaya terus berkembang menjadi ajang pameran dan hiburan berskala besar. Menurutnya, perluasan area pameran, festival musik dengan musisi ternama, serta keterlibatan lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat membuat acara ini semakin menarik.
Sebab, sebuah pameran idealnya bukan hanya menjadi panggung bagi merek-merek besar untuk memperkenalkan produk. Ia juga semestinya menjadi ruang bagi usaha lokal untuk tumbuh, bertemu pelanggan, dan memperluas pasar.
Pada akhirnya, PRJ bukan cuma soal siapa yang paling ramai menarik pengunjung. Lebih dari itu, ada peluang untuk mempertemukan produk, pengalaman, hiburan, dan cerita dalam satu ruang.
Dan bagi Kokola, Kukis Black menjadi salah satu cara untuk ikut menulis cerita tersebut—sepotong demi sepotong, di tengah riuhnya Surabaya dan selera generasi muda yang terus bergerak.







