Palu, 25/03 – Tekad kuat ditunjukkan Gracce April Yani, siswi kelas XII SMANOR Tadulako Palu, untuk menembus seleksi Bintara Polri Terpadu Tahun 2026. Atlet karate berprestasi ini membidik kursi Polwan di jajaran Polres Parigi Moutong, Polda Sulawesi Tengah.
Bukan tanpa modal, Gracce datang dengan “senjata” utama berupa segudang prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Rekam jejaknya di dunia karate menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar pelamar biasa, melainkan kandidat potensial yang siap bersaing ketat dalam seleksi Polri yang dikenal kompetitif dan penuh tantangan.
“Menjadi Polwan adalah panggilan hati saya. Saya ingin mengabdi kepada negara dengan kemampuan yang saya miliki. Saya percaya, dengan usaha dan doa, Tuhan akan membuka jalan,” tegas Gracce.
Selama mengenyam pendidikan di SMANOR Tadulako Palu, Gracce konsisten menorehkan prestasi membanggakan, di antaranya:
Juara 3 Kumite Junior Putri -53 kg (2023) – medali perunggu
Juara 2 Kumite Junior Putri -53 kg (2023) – medali perak
Juara 2 Kumite Junior Putri -53 kg (2024) – medali perak
Kejuaraan Nasional Karate antar PPLP, PPLPD, dan SKO di Manado (2024)
Juara 1 Kumite Senior Putri -61 kg (2025) – medali emas
Juara 2 Kumite Beregu Senior Putri (2025) – medali perak
Juara 3 Kumite Putri +59 kg POPDA (2025) – medali perunggu
Juara 3 Kumite Putri -61 kg Kejuaraan Dandim 1306/Kota Palu (2025) – medali perunggu
Juara 1 Kumite Putri -68 kg Pekan Olahraga Kabupaten VI (2025) – medali emas
Dukungan penuh mengalir dari keluarga, khususnya sang ayah, Enos Buntu Karaeng, Ketua DPW Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) Prabowo–Gibran Sulawesi Tengah.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong dan mengawal cita-cita sang anak hingga terwujud.
“Ini bukan sekadar mimpi, tapi target yang harus dicapai. Kami sebagai orang tua akan terus mendukung. Semoga Tuhan meridhoi setiap langkahnya,” ujarnya.
Dengan mental juara dan disiplin sebagai atlet, Gracce diyakini memiliki keunggulan tersendiri untuk menembus ketatnya seleksi Bintara Polri 2026. Jika berhasil, ia bukan hanya mengangkat nama keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah di kancah nasional.
(Hardiman)







