Jakarta, swarabayangkara – Kementerian Agama (Kemenag) mengakselerasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan mulai tahun 2025 untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru. Program ini menargetkan 269.168 guru pada 2025 dan 356.313 guru pada 2026, mencakup guru madrasah dan guru agama di sekolah umum.
“Mulai tahun ini, kita akselerasi PPG guru untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan guru dalam mendukung kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Wajo, Jumat (10/1/2025).
Tercatat 625.481 guru binaan Kemenag belum mengikuti PPG, terdiri dari 484.678 guru madrasah, 95.367 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum, 29.002 guru agama Kristen, 11.157 guru agama Katolik, 4.412 guru agama Hindu, 689 guru agama Buddha, dan 179 guru agama Khonghucu.
Ketua Panitia Nasional PPG Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menargetkan 80.000 hingga 100.000 peserta PPG angkatan pertama yang dimulai pada Maret 2025. “Prosesnya akan dibagi dalam beberapa angkatan untuk mempercepat penyelesaian,” jelas Thobib.
Syarat Peserta PPG Kemenag 2025:
1. Terdaftar aktif sebagai guru di satminkal yang terdata dalam sistem Kemenag.
2. Diangkat paling lambat 30 Juni 2023 dan aktif di Tahun Ajaran 2023/2024.
3. Memiliki ijazah S-1/D-IV sesuai dengan mata pelajaran PPG.
4. Belum mencapai usia pensiun sesuai peraturan yang berlaku.
5. Belum memiliki sertifikat pendidik.
6. Sehat jasmani, dibuktikan dengan surat keterangan dari RS pemerintah/puskesmas.7. Lolos seleksi administrasi berbasis data sistem Kemenag.
Program PPG ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru di berbagai jenjang dan agama.
Nantikan informasi selengkapnya hanya di EnterFakta.
NMC







