Jakarta, swarabhayangkara – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara resmi membuka Tanwir I ‘Aisyiyah pada Rabu (15/1/2024) di Tavia Hotel, Jakarta. Acara ini diikuti oleh 35 perwakilan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) se-Indonesia dan berlangsung hingga 17 Januari 2024. Mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Indonesia Berkeadilan”, Tanwir ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengapresiasi konsep pembukaan yang menghadirkan nuansa budaya Betawi. Ia menjelaskan bahwa istilah Tanwir dalam Muhammadiyah telah digunakan sejak Muktamar 1935 di Banjarmasin, yang bermakna sebagai gerakan pencerahan. “Tanwir itu dimaknai Muhammadiyah sebagai praksis untuk membebaskan dari kebodohan dan persoalan lainnya,” ujar Haedar.
Haedar menekankan pentingnya Tanwir I ‘Aisyiyah sebagai forum strategis untuk memecahkan persoalan kemanusiaan dan menghadirkan Islam sebagai solusi atas krisis moral dan spiritual. “Islam harus hadir lebih dari sekadar pidato retorika, tetapi menjadi solusi nyata,” tegasnya.
Selain itu, Tanwir ini diharapkan dapat memperkuat relasi sosial yang berkeadilan dan tanpa diskriminasi. Haedar juga menyoroti pentingnya mengubah pola gerakan konfrontatif menjadi solusi yang lebih konstruktif. “Tanwir bukan sekadar rapat biasa, melainkan forum yang harus menghasilkan kontribusi nyata,” tambahnya.
Pembukaan Tanwir I ‘Aisyiyah ditandai dengan simbolis pelepasan anak panah ke layar oleh Haedar Nashir bersama Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, sebagai simbol dimulainya agenda besar ini.
Melalui forum ini, ‘Aisyiyah diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif dan memperjuangkan kesetaraan gender demi terwujudnya Indonesia yang lebih berkeadilan.
NMC







