Jakarta, swarabhayangkara – Akses terhadap air bersih di Indonesia masih tertinggal jauh dibanding negara-negara tetangga. Menurut data UNICEF 2023, cakupan layanan air minum perpipaan di Indonesia baru mencapai 19,47 persen—terendah di Asia Tenggara. Situasi ini mendorong lahirnya komitmen baru: transformasi besar menuju swasembada air.
Komitmen tersebut dituangkan dalam gelaran International Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025, acara dua tahunan yang diselenggarakan oleh PERPAMSI pada 11–13 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (IICC). Tahun ini, IWWEF mengangkat tema besar “Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air”, sebagai jawaban atas tantangan struktural sektor air di Indonesia.
Pemerintah menetapkan target ambisius: cakupan layanan air minum perpipaan meningkat menjadi 40 persen pada 2029. IWWEF 2025 menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, BUMN, swasta, hingga masyarakat sipil.
“Transformasi air tidak bisa dilakukan sendiri. Harus kolaboratif, terencana, dan berkelanjutan,” ujar Ketua Umum PERPAMSI dalam konferensi pers pra-event.
Acara pembukaan IWWEF akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tiga tokoh kabinet: Agus Harimurti Yudhoyono, Dody Hanggodo, dan Diana Kusumastuti juga akan tampil sebagai pembicara utama. Selain itu, hadir pula Retno Marsudi (Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Agung Wibowo.
Dengan 80 peserta dari dalam dan luar negeri, IWWEF 2025 tidak hanya menjadi pameran teknologi air terbesar di Indonesia, tetapi juga ajang jejaring, investasi, dan edukasi publik. Penandatanganan MoU senilai Rp330,4 miliar antara PT SMI dengan Perumda AM Bogor dan Surabaya menandai langkah konkret pembiayaan inovatif di sektor ini.
Konferensi internasional akan diisi oleh pembicara dari World Bank, Aguas de Portugal, serta pengelola air dari Singapura, Malaysia, hingga Vietnam. Di sisi lain, forum Young Water membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif melalui lomba, workshop, dan edukasi digital.
Sebagai Ketua Harian Southeast Asia Water Utility Network (SEAWUN), PERPAMSI memfasilitasi forum regional yang mempertemukan asosiasi penyedia air dari tujuh negara. Forum ini menjadi wadah berbagi praktik baik dan memperkuat kerja sama kawasan dalam menjawab tantangan air bersih dan sanitasi.
NMC







