NASIONAL

Kemenag Usung Tema “Peaceful Muharam 1457 H”, Teguhkan Islam Damai, Inklusif, dan Cinta Lingkungan

356
×

Kemenag Usung Tema “Peaceful Muharam 1457 H”, Teguhkan Islam Damai, Inklusif, dan Cinta Lingkungan

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com – 
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1457 Hijriah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia mengangkat tema besar: “Peaceful Muharam 1457 Hijriah: Damai Bersama Manusia dan Alam”. Tema ini menegaskan komitmen negara dalam memperkuat nilai-nilai Islam moderat, harmoni ekologis, dan inklusivitas sosial.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat (20/6/2025), Direktur Jenderal Bimas Islam Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. menjelaskan bahwa tema ini divisualisasikan melalui simbol “pohon kebijakan” yang menyatukan nilai spiritualitas, ekoteologi, dan kearifan lokal.

“Logo kami memadukan bulan sabit dan bintang sebagai lambang prestasi dan cahaya ilahi, sementara dedaunan menggambarkan keseimbangan antara manusia dan alam,” jelas Abu Rokhmad.

Rangkaian Kegiatan Muharam 1457 H

Untuk menyemarakkan pergantian tahun baru Islam, Kemenag merancang berbagai kegiatan yang sarat nilai edukatif dan kebudayaan:

  1. Car Free Day: “Syiar Muharam”
    Akan digelar pada Minggu, 22 Juni 2025, Car Free Day ini menjadi panggung syiar Islam moderat di ruang publik urban. Kegiatan ini menggabungkan dakwah damai dengan unsur budaya dan pelestarian lingkungan.
  2. Ngaji Budaya: Tradisi Muharam Nusantara
    Kegiatan ini menggali kekayaan tradisi Muharam di berbagai daerah sebagai bentuk ekspresi spiritualitas lokal yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan keberlanjutan alam. Masyarakat diajak untuk merefleksikan praktik Islam yang kontekstual dan ramah budaya.
  3. Konser Seni Ki Ageng Ganjur
    Menampilkan pentas budaya bertema “Ekoteologi dalam Kearifan Lokal Nusantara”, konser ini akan diisi refleksi oleh budayawan Zastrow al-Ngatawi, menekankan pentingnya harmoni antara nilai keagamaan dan lingkungan hidup.
  4. Kick Off 1.000 Masjid Inklusif
    Menyikapi hasil survei P3M yang menunjukkan bahwa 47 masjid di Jabodetabek belum ramah difabel dan lansia, Ditjen Bimas Islam meluncurkan program pendampingan untuk mendorong hadirnya masjid yang inklusif dan ramah bagi semua.

    “Ini adalah wujud nyata pelayanan negara yang tanpa diskriminasi,” tegas Abu Rokhmad.

Warna Hijau dan Pesan Spiritual

Seluruh rangkaian kegiatan didominasi warna hijau, warna kesukaan Nabi Muhammad SAW yang juga melambangkan kesejukan dan harmoni dengan alam. Motif floral dalam logo mencerminkan keseimbangan antara manusia dan lingkungan, menginspirasi masyarakat untuk menyambut Muharam dengan damai dan penuh kepedulian.

“Muharam bukan hanya momentum religius, tapi juga penguatan identitas Islam Indonesia yang moderat, mencintai alam, dan inklusif,” tutup Abu Rokhmad.

Rangkaian ini merupakan bagian dari program besar Kementerian Agama RI dalam mengarusutamakan Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

NMC