Jakarta, swarabhayangkara – Bertepatan dengan Hari Musik Nasional pada 9 Maret 2025, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi meluncurkan piringan hitam (vinyl) yang memuat delapan versi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara peluncuran ini dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sebagai bentuk penghormatan terhadap Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia, yang lahir pada 9 Maret 1903.
Sejarah dan Perjalanan Lagu “Indonesia Raya”
Dalam sambutannya, Fadli Zon menjelaskan bahwa lagu Indonesia Raya mengalami berbagai perkembangan sejak pertama kali diperkenalkan dalam Kongres Pemuda II tahun 1928. Vinyl edisi khusus ini menghadirkan delapan versi berbeda dari lagu kebangsaan, termasuk:
- Versi instrumental yang direkam oleh Orkes Populair Yo Kim Chan pada 1927-1928 dan dicetak di Inggris.
- Versi vokal oleh WR Soepratman dengan iringan musik orkestra.
- Versi era pendudukan Jepang yang memiliki tempo lebih cepat.
- Versi aransemen Jozef Cleber tahun 1951, yang kini menjadi versi resmi Indonesia Raya.
Peluncuran vinyl ini bertujuan untuk melestarikan perjalanan panjang lagu Indonesia Raya serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan budaya nasional.
Apresiasi dari Keluarga WR Soepratman
Budi Harry, perwakilan keluarga WR Soepratman, menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menjaga warisan budaya bangsa. Ia berharap upaya serupa juga diberikan kepada para musisi dan pencipta lagu lainnya yang telah berkontribusi bagi Indonesia.
“Ini adalah langkah luar biasa untuk mengenang perjuangan WR Soepratman dan memperkenalkan sejarah lagu kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Budi.
Upaya Pelestarian Musik Nasional
Pemerintah terus berupaya melestarikan musik nasional melalui berbagai program, termasuk digitalisasi musik klasik dan dokumentasi lagu-lagu bersejarah. Dengan adanya piringan hitam Indonesia Raya ini, diharapkan generasi mendatang dapat lebih memahami nilai historis lagu kebangsaan Indonesia.
Peluncuran vinyl Indonesia Raya ini menjadi simbol bahwa musik tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian penting dari identitas dan sejarah bangsa.
NMC







