NASIONAL

Idul Adha di Timika: Momentum Syukur, Solidaritas, dan Harapan untuk Kehidupan Damai

369
×

Idul Adha di Timika: Momentum Syukur, Solidaritas, dan Harapan untuk Kehidupan Damai

Sebarkan artikel ini

 

Timika, swarabhayangkara.com — Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Asy Syuhada, Timika, pada Jumat (6/6). Ratusan jamaah memadati masjid sejak pagi hari untuk melaksanakan ibadah sholat dan mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh Khotib Ansar, yang mengangkat makna pengorbanan sebagai inti dari Idul Adha.

Dalam khutbahnya, Khotib Ansar menekankan pentingnya Idul Adha sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus sarana untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat melalui ibadah kurban.

“Sholat Idul Adha adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat besar yang diberikan kepada kita sebagai umat yang mulia. Setelah sholat berjamaah, kita lanjutkan dengan ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial,” ungkapnya.

Ansar juga menjelaskan bahwa makna kurban tak hanya berhenti pada penyembelihan hewan, tetapi meluas pada pengorbanan ego, perasaan, dan kepentingan pribadi demi kemaslahatan umat.

“Kurban sejati adalah bagaimana kita bisa memberi manfaat bagi sesama. Karena seluruh makhluk adalah keluarga Allah. Maka, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi keluarga Allah lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Timika untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di tengah kehidupan sosial yang beragam, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Mari kita jadikan Timika sebagai ‘Rumah Kita’ seperti yang disampaikan Bupati Mimika. Kita harus bersatu dan bekerja sama menjaga kota ini agar tetap damai dan sejahtera,” pesan Ansar.

Sebagai bentuk rasa syukur, pengurus Masjid Asy Syuhada turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas dukungan yang diberikan, terutama dalam pelaksanaan kurban.

“Walaupun masjid kami kecil, kami sangat menghargai perhatian dari pemerintah. Terutama atas pemberian hewan kurban berupa sapi. Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan. Nilainya tidak bisa diukur dengan materi,” ujar Hasan Sainus, perwakilan pengurus masjid.

Perayaan Idul Adha di Timika tahun ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga simbol penguatan iman, solidaritas sosial, dan harapan bersama untuk kehidupan yang lebih damai, rukun, dan peduli antarsesama.

HS