NASIONAL

Mahasiswa KKN UNPAL 2026 mengelar “Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan di bidang Pertanian, Manajemen dan Hukum”

18
×

Mahasiswa KKN UNPAL 2026 mengelar “Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan di bidang Pertanian, Manajemen dan Hukum”

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, 08/05 (MSB) –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palembang (UNPAL) Tahun 2026 menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bertema “Optimalisasi Pemberdayaan Lingkungan Sekitar Melalui Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dan Peternakan dalam Mewujudkan Sanitasi Lingkungan, Kemandirian, Kesejahteraan dan Nilai Kebhinekaan” di Balai Serbaguna Posyandu Karang Anyar, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Jumat (8/5/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pelaksana KKN UNPAL 2026 Sukaria Darmawan, SE, M.Si, para pemateri yakni Dr. Ir. Asmawati, Firmansyah, dan Dr. Adriana Hidayah. Turut hadir pula para Dosen Pendamping Lapangan (DPL), di antaranya Hary Suharto, Winda, Nelia, Fitriana Suci, serta Hijawati, beserta staf, Ketua RW 04 Karang Anyar Sarwoto, mahasiswa peserta KKN, dan warga Karang Anyar.

 

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana KKN UNPAL 2026, Sukaria Darmawan, SE., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih kepada perangkat RT/RW serta seluruh masyarakat Karang Anyar yang telah menerima mahasiswa KKN dengan baik selama pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga Karang Anyar yang telah menyambut kami dengan hangat. Kehadiran dan dukungan masyarakat membuat mahasiswa merasa dekat dan menjadi bagian dari keluarga besar di lingkungan ini,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap maupun perkataan mahasiswa yang kurang berkenan, serta berharap masyarakat dapat memberikan teguran dan bimbingan kepada para peserta KKN.

 

Sementara itu, Ketua RW 04 Karang Anyar, Sarwoto, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta KKN UNPAL yang telah hadir untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Palembang yang telah memilih Karang Anyar sebagai lokasi KKN. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa,” katanya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan Karang Anyar sehingga menjadi wilayah yang lebih maju, bersih, dan nyaman.

 

Pada sesi materi, pemateri pertama, Dr. Ir. Asmawati, M.Si., menjelaskan manfaat limbah kotoran ternak sapi, kambing, dan ayam yang dapat diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.

 

Menurutnya, proses pembuatan pupuk organik membutuhkan beberapa bahan seperti kotoran ternak, bio aktivator EM4, molase atau gula merah, air secukupnya, serta alat bantu seperti cangkul, sekop, terpal, dan ember.

 

Pemateri kedua, Firmansyah, M.Si., dari bidang ekonomi dan manajemen, mengangkat tema “Ubah Sampah Menjadi Cuan”. Ia menjelaskan bahwa pupuk organik hasil olahan limbah ternak memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikemas dengan baik dan diberi merek produk yang menarik.

 

“Produk harus memiliki kemasan, label, keterangan penggunaan, serta dilakukan validasi agar nilai jualnya meningkat,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya strategi pemasaran melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok, serta memperluas relasi dengan koperasi maupun pasar-pasar lokal.

 

Sementara itu, pemateri ketiga, Dr. Adriana Hidayah, SH., MH., dari bidang hukum, menyampaikan materi mengenai “Kesadaran Hukum dalam Mengelola Lingkungan Sekitar”. Ia menjelaskan bahwa kesadaran hukum merupakan pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku, termasuk dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup.

 

“Kesadaran hukum mendorong masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan alam sekitarnya,” ujarnya.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Karang Anyar yang dinilai telah menerapkan kesadaran hukum dengan baik, terlihat dari kondisi lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata.

 

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dengan antusias dan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga dan peternakan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.(Tim Amru)