DAERAH

Misteri Setengah Miliar Iklan DPRD Probolinggo: Antara Pagu Rp566 Juta dan Jawaban “Sudah Ada yang Atur

73
×

Misteri Setengah Miliar Iklan DPRD Probolinggo: Antara Pagu Rp566 Juta dan Jawaban “Sudah Ada yang Atur

Sebarkan artikel ini

Media swara bhayangkara Probolinggo-Anggaran pengadaan belanja iklan dan reklame di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Probolinggo memantik sorotan tajam publik. Pasalnya, dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 tersebut menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp566.000.000 (lima ratus enam puluh enam juta rupiah).

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) 2026, anggaran dengan nominal jumbo tersebut dipecah ke dalam tiga paket pengadaan belanja reklame. Dari total pagu tersebut, informasi valid menyebutkan bahwa dana publikasi yang berasal dari uang pajak rakyat ini telah terserap sekira Rp240 juta.

Ironisnya, distribusi anggaran tersebut disinyalir tidak transparan dan bersifat tebang pilih. Kuat dugaan, hanya media atau kelompok tertentu yang mengantongi “restu” dari lingkaran pejabat elite yang dapat mengakses kue anggaran tersebut.

Saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian, melontarkan pernyataan yang justru memicu tanda tanya besar. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja pihak penerima aliran dana publikasi tersebut dengan dalih semuanya telah diatur oleh pihak tertentu.

“Kurang tahu ya dibagikan ke siapa saja, sudah ada yang atur,” ujar Yulius Cristian saat ditemui pada Senin (28/9/2026).

Respon diplomatis tersebut menyisakan spekulasi adanya informasi yang sengaja disembunyikan dari masyarakat. Sebagai pejabat pengguna anggaran yang mengemban amanah transparansi APBD, Yulius terkesan melepas tanggung jawab.

Ia berdalih bahwa setiap kebijakan pencairan dana harus melalui proses perundingan panjang mengingat besarnya nominal yang dikelola.
Kendati demikian, Yulius memastikan sisa anggaran tersebut akan terserap habis menjelang akhir tahun, mengulang pola tahun-tahun sebelumnya yang diklaim memiliki nominal tidak kalah besar.

Menyikapi sikap tertutup dari pihak Setwan, tim investigasi memastikan bakal bergerak lebih jauh. Langkah pembukaan data serta penelusuran mendalam akan segera dilakukan guna menguji efektivitas, akuntabilitas, dan ke mana saja aliran uang ratusan juta rupiah tersebut bermuara.

(Dhof&and tim)