Palu 17/11 — PSSI kembali menggelar program peningkatan kualitas perangkat pertandingan melalui Kursus Instruktur Wasit Level Fisik yang berlangsung pada 18–21 November 2025 di Kota Bogor. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan surat tugas resmi PSSI dan menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat standar perwasitan di Tanah Air.
Pelatihan tersebut diikuti 33 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, mayoritas merupakan mantan wasit Liga Indonesia yang kini dipercaya untuk berperan sebagai instruktur. Mereka dibekali dengan materi penguatan kemampuan fisik wasit yang mengacu pada standar nasional serta panduan FIFA.
Ipda Moh Reza Filsavad Wakili Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menurunkan salah satu sosok berpengalaman, Ipda Moh Reza Filsavad, S.H., personel yang berdinas di SPRIPIM Polda Sulteng. Dikenal sebagai figur senior di dunia perwasitan, Ipda Reza telah 26 tahun mengabdi dalam ekosistem wasit PSSI.
Perjalanan kariernya dimulai sejak meraih Lisensi Wasit C3 pada 1999 dan berlanjut hingga memperoleh Lisensi Wasit Nasional PSSI pada 2005. Ia kemudian dipercaya menjadi pengadil di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Saat ini, Ipda Reza juga menjabat sebagai Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Sulteng sekaligus penilai wasit periode 2023–2025. Keterlibatannya dalam kursus instruktur fisik menjadi momentum penting bagi perkembangan SDM perwasitan di Sulawesi Tengah.
Instruktur Wasit Sulteng Kian Lengkap
Sebelumnya, pada September 2025, Asprov PSSI Sulteng juga mengirim Abd Rahman Pontoh untuk mengikuti kursus instruktur wasit bidang teknik. Dengan demikian, wilayah Sulteng kini memiliki instruktur lengkap untuk dua ranah penting: teknik dan fisik.
“Ini menjadi capaian positif bagi persepakbolaan Sulawesi Tengah. Kehadiran instruktur di dua bidang memberi dampak besar bagi pembinaan wasit di daerah,” ujar salah satu pengurus Asprov PSSI Sulteng.
Apresiasi dari Polda Sulteng
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, turut menyampaikan penghargaan atas prestasi anggota Polri yang berkontribusi di luar tugas utama kepolisian.
“Partisipasi Ipda Reza di kursus instruktur PSSI menunjukkan bahwa personel kami siap berkiprah di berbagai sektor. Ilmu yang dibawa pulang tentu diharapkan bisa berperan dalam memajukan sepak bola di Sulteng,” ujarnya.
Dalam sistem perwasitan, instruktur fisik memiliki tanggung jawab memastikan kondisi kebugaran wasit selalu berada pada tingkat prima. Pelatihan yang diberikan mencakup ketahanan tubuh, kecepatan sprint, kelincahan, hingga pemahaman tentang pola pergerakan dalam pertandingan modern yang menuntut kecepatan.
Sementara instruktur teknik memfokuskan pembelajaran pada Laws of the Game, posisi, keputusan, dan pengelolaan pertandingan.
Profil Singkat Ipda Reza
Selain dikenal dalam dunia wasit, Ipda Reza juga merupakan alumni Pondok Pesantren Alkhairaat Dolo di Kabupaten Sigi dan aktif membina hubungan baik dengan komunitas Abnaul Khairaat Sulteng.
Dengan pengalaman panjang dan komitmennya, kehadiran Ipda Reza di kursus instruktur PSSI diharapkan menjadi energi baru bagi perkembangan sepak bola di wilayah Sulawesi Tengah. (Red)







