POLRI

Polri dirikan tenda darurat fasilitasi pendidikan pascagempa Poso

280
×

Polri dirikan tenda darurat fasilitasi pendidikan pascagempa Poso

Sebarkan artikel ini

 

Poso, Sulawesi Tengah, 21/8 – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mendirikan tenda darurat di halaman SMPN 2 Poso Pesisir, Kabupaten Poso untuk memfasilitasi kelancaran pendidikan bagi siswa pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 yang merusak sejumlah bangunan sekolah.

Kasatgas III Preventif Operasi Madago Raya Polda Sulteng Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre di Poso, Kamis, mengatakan bahwa pemasangan tenda darurat merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.

“Ini adalah wujud kepedulian kami agar anak-anak tetap bisa belajar dan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) meskipun sekolah mereka rusak akibat gempa,” katanya.

 

Ia mengatakan Satgas Madago Raya bergerak cepat memasang tenda darurat di halaman sekolah setelah menerima permohonan dari pihak sekolah guna memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung.

Ia menjelaskan tenda darurat ini disiapkan khusus untuk mendukung pelaksanaan ANBK yang akan berlangsung selama satu pekan ke depan.

Dengan tenda tersebut, kata dia, sekolah dapat tetap menyelenggarakan kegiatan belajar berbasis komputer sesuai jadwal tanpa mengganggu keselamatan para siswa.

Menurut dia, kehadiran Satgas Madago Raya menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam situasi sulit.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk memberikan solusi di tengah masyarakat. Pemasangan tenda darurat dilakukan sebagai bentuk komitmen negara hadir dalam mendukung program pendidikan pascagempa mengguncang Poso,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 10 kali gempa susulan setelah gempa berkekuatan 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu pukul 05.36 WIB.

Gempa magnitudo 6,0 dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,8 dengan episenter gempa terletak pada koordinat 1,27° lintang selatan 120,75° bujur timur, atau tepatnya terletak di laut pada jarak 13 kilometer arah barat laut Kota Poso pada kedalaman 10 kilometer.

Akibat gempa tersebut, sejumlah bangunan sekolah, termasuk gedung SMPN 2 Poso Pesisir mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah ruang kelas tidak bisa dipakai, karena dinding dipenuhi retakan, sehingga membahayakan keselamatan siswa maupun guru.

(jhonny)