NASIONAL

Polri gelar ToT Program Paham AI guna perkuat literasi digital pelajar

24
×

Polri gelar ToT Program Paham AI guna perkuat literasi digital pelajar

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, 21/7 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 guna memperkuat literasi digital pelajar sekaligus menyiapkan trainer untuk mengedukasi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Dikutip dari keterangan diterima di Jakarta, Selasa, Karo Tekkom Divisi TIK Polri Brigjen Pol. Indarto mengatakan edukasi AI penting dilakukan karena pelajar saat ini telah menggunakan teknologi tersebut secara mandiri. Padahal, teknologi tersebut rentan menjadi celah pelaku kejahatan.

“Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini,” ucapnya.

Indarto mengatakan kegiatan itu diikuti 65 peserta yang terdiri atas 55 personel calon trainer dari 11 Polda pilot project dan 10 master trainer dari Polda Jawa Tengah.

Para trainer yang telah mengikuti ToT akan mengedukasi kepada pelajar SMA, SMK, dan sederajat dengan materi pemanfaatan AI, etika digital, keamanan siber serta pencegahan risiko kejahatan berbasis AI.

Polri, lanjut dia, menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau hingga 10 juta pelajar melalui pelaksanaan secara bertahap dan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kemendikdasmen serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama,” ucap Indarto.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan kolaborasi tersebut penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek AI, tetapi juga memiliki karakter dan memahami etika dalam pemanfaatan teknologi.

“Acara hari ini merupakan salah satu bagian penting bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kemudian melek kecerdasan artifisial, dan yang tidak kalah penting bagaimana memanfaatkannya dengan berstandar etik,” katanya.

(nadia)