NASIONAL

Setelah Tinjau Layanan Haji di Saudi, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Kesiapan Indonesia Jelang Haji 2025

283
×

Setelah Tinjau Layanan Haji di Saudi, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Kesiapan Indonesia Jelang Haji 2025

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com— Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kembali ke Tanah Air usai menghadiri Konferensi Lembaga Hadis Nabawi yang dibina langsung oleh Raja Salman di Madinah, Arab Saudi. Dalam kunjungannya, Menag juga melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan petugas dan layanan haji di Madinah, Makkah, dan Jeddah.

Alhamdulillah, banyak sekali kemajuan yang bisa kita capai. Hampir seluruh persiapan penyelenggaraan haji, termasuk di bandara untuk menyambut kloter pertama, sudah siap,” ujar Menag Nasaruddin setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu malam (30/1/2025).

Kedatangan Menag disambut oleh Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen PHU Hilman Latief, Plt Irjen Faisal Ali, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Agama.

Dalam kesempatan itu, Menag juga meninjau langsung sejumlah lokasi layanan serta opsi mitigasi untuk memastikan kelancaran ibadah haji tahun ini.

Semua sudah diantisipasi agar penyelenggaraan haji berjalan lancar. Mitigasi harus lebih variatif, tidak boleh hanya satu skenario saja,” tegas Menag.

Contoh mitigasi yang disiapkan antara lain:

  • Bus cadangan jika terjadi kemacetan atau mogok,
  • Safari wukuf bagi jemaah yang sakit,
  • Teknologi pelacak untuk membantu jemaah yang terpisah dari rombongan.

Menag juga mengungkapkan bahwa diskusi informal dengan pihak pemerintah Saudi Arabia menghasilkan komitmen kuat untuk terus memperbaiki layanan bagi jemaah Indonesia. Pemerintah Saudi menyampaikan apresiasi atas ketertiban dan kesiapan Indonesia dalam memberangkatkan jemaah haji setiap tahunnya.

Mereka hanya minta satu hal: jangan ada jemaah yang tidak lengkap berkasnya. Kalau tidak lengkap, bisa dipastikan akan menghadapi kesulitan bahkan ditolak masuk,” ujar Menag.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur tawaran berangkat haji tanpa visa resmi. Sebab, aturan di Arab Saudi sangat ketat dan pelanggaran bisa berakibat denda hingga Rp400 juta dan deportasi.

Saya tegaskan, jangan coba-coba berangkat tanpa visa haji. Itu sangat berisiko. Pastikan juga selalu membawa identitas selama beraktivitas di Tanah Suci,” tandasnya.

Menutup keterangannya, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk saling mendoakan agar penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M berjalan lancar dan penuh keberkahan.

NMC