NASIONAL

Setetes Darah di Awal Muharram: Ketika Kepedulian Mengalir Menjadi Cahaya Kemanusiaan

112
×

Setetes Darah di Awal Muharram: Ketika Kepedulian Mengalir Menjadi Cahaya Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

swarabhayangkara.com, Jakarta — Di tengah pergantian lembaran waktu menuju 1 Muharram 1448 Hijriah, ketika banyak orang memaknai tahun baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kebaikan, sekelompok pegiat kemanusiaan memilih merayakannya dengan cara yang sederhana namun bermakna: menyumbangkan setetes darah untuk kehidupan.

Bertempat di Gedung DHN 45 Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026), Ikatan Donor Darah Sosial (IDDS) menggelar kegiatan donor darah yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa, serta kegiatan pelatihan atau Training of Trainers (TOT). Acara tersebut menjadi ruang perjumpaan antara semangat berbagi, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui sekat usia maupun latar belakang.

Duasana Gedung Juang 45 pagi itu seolah mengingatkan bahwa perjuangan tidak selalu hadir dalam bentuk gegap gempita. Ada perjuangan yang mengalir sunyi melalui lengan para pendonor, menjelma harapan bagi mereka yang sedang bertaruh dengan sakit dan keterbatasan.

Ketua Dewan Penasehat IDDS, H.A. Syaukani, mengatakan bahwa pemilihan lokasi kegiatan di Gedung Juang bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, kehidupan pada hakikatnya adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ikhtiar dan perjuangan.

 

“Hari ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Kita melaksanakan kegiatan donor darah di Gedung Juang karena pada dasarnya semua manusia harus berjuang. Mencari rezeki harus berjuang, menjalani kehidupan juga harus berjuang. Allah memang menjamin rezeki setiap hamba-Nya, tetapi manusia tetap diwajibkan berikhtiar,” ujarnya.

Dalam semangat perjuangan itulah, lanjut Syaukani, sejumlah anggota dan donatur yang diberi kelapangan rezeki turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, piatu, dan kaum dhuafa. Baginya, donor darah dan santunan merupakan dua bentuk kepedulian yang berbeda, tetapi bermuara pada tujuan yang sama: menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan sesuai rencana. Ke depan, kami akan mengadakan family gathering pada bulan Juli yang akan difokuskan untuk memperkuat kerja sama, kekompakan tim, pembentukan karakter, serta kegiatan bakti sosial lainnya. Harapan kami, IDDS dapat terus bekerja lebih baik lagi demi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar,” katanya.

Momentum 1 Muharram yang bertepatan dengan kegiatan tersebut juga menghadirkan makna simbolik yang mendalam. Tahun baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Hijriah, melainkan pengingat tentang hijrah menuju kualitas diri yang lebih baik, termasuk dalam menumbuhkan kepedulian sosial.

Para peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari Polda Metrojaya, Pemda Jakarta, PMI, masyarakay umum dan sebainya,  menyaksikan bahwa donor darah kali ini bukan hanya tentang kantong-kantong darah yang terkumpul. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi perayaan nilai kemanusiaan yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Santunan bagi anak yatim dan dhuafa menjadi pelengkap yang mempertegas pesan bahwa keberkahan tidak hanya lahir dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari apa yang dibagikan.

Di tengah kehidupan modern yang sering kali bergerak cepat dan individualistis, kegiatan seperti ini menghadirkan pengingat sederhana: bahwa kemanusiaan masih memiliki ruang untuk tumbuh.

Setetes darah mungkin tampak kecil di mata sebagian orang, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, ia bisa menjadi jembatan antara harapan dan kehidupan.

Pada akhirnya, Muharram tahun ini tidak hanya ditandai oleh pergantian kalender. Di Gedung Juang 45, ia juga ditandai oleh mengalirnya darah, doa, dan kepedulian—tiga hal yang mengingatkan bahwa manusia terbaik bukanlah yang hidup untuk dirinya sendiri, melainkan yang mampu memberi manfaat bagi sesamanya.