DAERAH

Warga Setro Protes Pengusiran Juru Parkir Minimarket Tanpa Musyawarah

388
×

Warga Setro Protes Pengusiran Juru Parkir Minimarket Tanpa Musyawarah

Sebarkan artikel ini

 

*SWARA* *Bhayangkara.com.Surabaya* – Sejumlah warga di salah satu lingkungan di Surabaya menyampaikan protes terkait pengusiran juru parkir (jukir) minimarket yang telah lama bertugas tanpa adanya musyawarah atau koordinasi terlebih dahulu.
Apa yg disampaikan penasehat paguyuban kota Surabaya Edy hasibuan mengatakan sangat menyangkan kasus bermunculan terkait polemik yg terjadi para juri parkir yg sdh bekerja bertahun merintis menjaga keamanan dan juga meminati sir terjadi ranmor atau pencegahan pencurian kerap terjadi di sejumlah titik keramian dikota Surabaya khusus nya tempat perbelanjaan seperti Indomaret Atau Alfamart yg menjadi sasaran para pencuri motor pada umumnya. kejadian yg terjadi juga di Indomaret Gayungan. Jl A yani dimana juri parkir yg lama digusur dan diganti orang’ baru ini akan menjadi konflik yg berkelanjutan kalau hal ini tdk segera diluruskan ujarnya. Sy berharap kepada bapak walikota Surakarta Eri cahyadi segera memperbaiki polimik berkelanjutan segera menata ulang lebih kemanusian berpihak pada masyarakat yg berkontribusi menjaga keamanan dikota Surabaya ujarnya

Perwakilan warga menegaskan bahwa juru parkir tersebut sebelumnya sudah memiliki catatan laporan resmi, dan keberadaannya juga telah diketahui oleh RT dan RW setempat. Bahkan, permohonan terkait penugasan juru parkir itu telah diajukan secara resmi kepada pihak pengelola minimarket dengan tembusan dari lingkungan.

“Ini bukan masalah baru. Sudah lama warga tahu keberadaan jukir ini, bahkan prosesnya juga melalui RT/RW. Tapi sekarang tiba-tiba ada edaran dari pemerintah kota, lalu langsung ada tindakan pengusiran tanpa musyawarah. Ini yang kami sesalkan,” ujar salah satu warga.

Ia meminta agar pihak lingkungan, termasuk RT dan RW, tidak gegabah dalam mengambil keputusan terkait pengusiran jukir lama. Menurutnya, sebelum mengambil tindakan, seharusnya ada upaya dialog dan penilaian yang adil terlebih dahulu.

“Kami minta lingkungan juga menilai dulu, jangan asal mengusir tanpa tahu sejarahnya. Jukir ini sudah lama ada dan sudah dikenal warga,” tambahnya.

Warga juga mengimbau Pemerintah Kota Surabaya beserta jajarannya untuk melakukan klarifikasi dan meluruskan persoalan ini agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Mereka berharap kondisi keamanan dan stabilitas kota tetap terjaga.

“Kalau tidak segera dicarikan titik temu, kami khawatir akan timbul konflik antarwarga. Kami ingin Surabaya tetap kondusif dan aman untuk semua,” pungkasnya(investigation Nasional MSB 01 SBY)