NASIONAL

“Menteri Agama Ajak Jadikan Indonesia sebagai Kota Religi dengan Rumah Ibadah Sebagai Oase Kehidupan”

333
×

“Menteri Agama Ajak Jadikan Indonesia sebagai Kota Religi dengan Rumah Ibadah Sebagai Oase Kehidupan”

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk menjadikan kawasan di Indonesia sebagai kota religi yang ditandai dengan kehadiran beragam rumah ibadah, seperti masjid, gereja, pura, wihara, dan klenteng. Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran penting dalam menghidupkan suasana batin dan religiusitas masyarakat.

“Rumah ibadah bisa menjadi oase yang menghidupkan suasana batin dan religiusitas masyarakat. Jika sebuah perkampungan tanpa rumah ibadah, suasana spiritual bisa terasa kering,” ujar Menag saat menyapa umat Kristiani yang tengah merayakan Natal di sejumlah gereja di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Menag menegaskan, kehadiran rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pengingat akan hubungan manusia dengan Tuhan. “Melihat rumah ibadah, hati kita menjadi terbuka dan kita teringat pada Tuhan,” katanya.

Rumah Ibadah sebagai Pengingat Spiritual di Tengah Kehidupan Modern

Menag mengungkapkan bahwa kehidupan perkotaan yang penuh dengan gedung pencakar langit sering kali membuat masyarakat terjebak dalam urusan duniawi. Kehadiran rumah ibadah di setiap kawasan diharapkan menjadi pengingat tentang esensi kehidupan, Tuhan, dan kematian.

“Begitu melihat masjid, gereja, pura, vihara, atau klenteng, kita teringat bahwa suatu saat kita akan mati. Pertanyaannya, persiapan kita apa?” tuturnya.

Pentingnya Kerukunan dan Toleransi

Menag juga mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Meski terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, masyarakat Indonesia mampu hidup berdampingan dengan rukun.

“Inilah kebanggaan kita, bahwa kita boleh berbeda-beda, tapi kita tetap bisa hidup harmonis. Ini adalah keindahan dari lukisan Tuhan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Menag mengajak masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan menerima perbedaan sebagai bagian dari kekayaan bangsa. “Mari terus perkuat toleransi dan kesediaan kita untuk menerima kenyataan yang berbeda dari diri kita,” pungkasnya.

Dengan ajakan ini, Menag berharap Indonesia semakin memperkokoh identitasnya sebagai bangsa yang religius sekaligus toleran.

Ncanl Mail